Spanduk 'Banjir Kotanya, Anies Mundur' Terbentang di Menteng

CNN Indonesia | Rabu, 26/02/2020 17:44 WIB
Spanduk 'Banjir Kotanya, Anies Mundur' Terbentang di Menteng Spanduk berisi permintaan Anies Baswedan mundur sebagai Gubernur DKI Jakarta karena tak bisa mencegah banjir. (CNN Indonesia/Yogi Anugrah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah spanduk berisi sindiran kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terbentang di Jalan Kimia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/2). Spanduk itu meminta Anies mundur dari jabatannya karena banjir.  

Spanduk itu terpasang di sebuah pagar bangunan kosong. Belum diketahui siapa yang memasang spanduk tersebut. Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, spanduk itu menyertakan foto Anies Baswedan dengan tulisan 'Banjir Kotanya, Habis APBD-nya, Tertipu Warganya. Mundur Aja deh'. 

"Saya kemarin tutup jam 11 malam belum ada (spanduk), tadi pagi udah ada," kata salah seorang pedagang di Jalan Kimia, Heri kepada CNNIndonesia.com, Rabu (26/2).


Menurut dia, di jalan tersebut, memang kerap dipasangi spanduk-spanduk, apalagi saat musim pemilu.

"Yang ini enggak tahu siapa yang masang. Tapi biasanya kalau gini juga hilang, diambil pemulung," ucap dia.

Tidak jauh dari spanduk yang meminta Anies Baswedan mundur, juga terdapat spanduk lainnya. Spanduk itu berisi pesan 'Berantas Mega Korupsi Selamatkan NKRI Jiwasraya, Asabri, Bumi Putera, Rekayasa Industri (Panca Amara Utama dan Bank Mandiri) dan Kilang PPI'.

Tepat di bagian bawah spanduk tersebut terdapat tulisan #SaveHaidarAlwi, Forum Solidaritas Aksi Demokrasi Gerakan Tangkap Koruptor, di spanduk tersebut juga terpampang foto diduga Haidar Alwi. Saat Pilpres 2019 lalu, Haidar Alwi merupakan salah satu relawan Jokowi.

Menurut Heri, sebelumnya, spanduk tersebut tidak ada dan baru terlihat hari ini.

"Bareng itu dua spanduk, baru hari ini," ujar dia.

[Gambas:Video CNN]
Gubernur Anies dalam beberapa pekan terakhir mendapat kritik karena dianggap sebagian kalangan tak bisa mengatasi persoalan banjir di Jakarta. Setidaknya dalam sepekan terakhir, beberapa titik di Jakarta diterjang banjir cukup besar.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta banjir pada 25 Februari lalu menggenangi sekitar 294 RW di Ibu Kota atau 10,34 persen jumlah RW di Jakarta, per Selasa siang. Ketinggian air beragam dari 20 cm hingga 200 cm sampai pukul 12.00 WIB.

Sementara menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lima orang meninggal dan tiga orang masih hilang akibat banjir di Jabodetabek. Jumlah pengungsi banjir tercatat sekitar 19 ribu orang. (yoa/wis)