Kronologi Penyerangan KKB ke Pos TNI di Nduga

CNN Indonesia | Kamis, 27/02/2020 19:44 WIB
Kronologi Penyerangan KKB ke Pos TNI di Nduga Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) yang dipimpin Egianus Kagoya disebut melakukan penyerangan terhadap pos Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berada di Koteka, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, pada Rabu (26/2).

Wakapendam Cendrawasih, Letnan Kolonel Infanteri Dax Sianturi melalui keterangan tertulis menyebut satu meninggal dan dua menderita luka tembak dalam kontak senjata tersebut.

"Kelompok Egianus melakukan serangan pada saat masyarakat di sekitar pos sedang melakukan acara bakar batu di lokasi yang berjarak sekitar 300 meter dari pos," kata Dax melalui siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (27/2).


Ia mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.45 WIT. Saat itu, kata Dax, pos TNI yang berada di Kampung Koteka mendapat gangguan tembakan dari arah seberang sungai Kenyam. Seketika, seluruh personel yang berada di pos langsung melakukan tindakan prosedur pengamanan dan berkeliling pos jaga.

Kemudian, sekitar pukul 16.15 WIT, Kelompok pimpinan Egianus ini kembali menembaki pos jaga tersebut. Aksi kedua ini dilakukan lebih gencar dan tembakan berasal dari arah perkampungan.

"Tembakan tersebut membuat masyarakat yang sedang melaksanakan upacara bakar batu berhamburan untuk mencari perlindungan," kata dia.

Selanjutnya, komandan pos langsung memerintahkan seluruh anggotanya menahan tembahan hingga massa yang berhamburan tadi membubarkan diri.

"Tembakan balasan baru dilakukan ke arah sumber tembakan setelah konsentrasi massa bubar," kata dia.

Dari keterangan saksi yang dihimpun, menurut Dax ada empat orang KKB yang membawa tiga pucuk senjata api berjenis AK. Mereka semua terus menerus melakukan tembakan ke arah pos.

Polisi Tertembak

Dalam kejadian itu, kata Dax, Brigadir Polisi Junaedi menderita luka tembak di dada yang menembus ke area punggung. Luka tersebut didapat Junaedi saat berusaha merapat ke pos TNI untuk membantu memperkuat pos jaga tersebut.

"Namun yang bersangkutan terkena tembakan dari KKB sebelum berhasil tiba di pos. Pagi ini Junaedi sudah dievakuasi dan menjalani perawatan di Timika," katanya.

Kontak tembak yang terjadi antara KKB dengan anggota pos jaga ini berlangsung selama hampir 10 menit. Setelah kondisi kembali kondusif, masyarakat melaporkan dua orang warga yang terkena tembakan.

Diduga kedua korban terkena peluru nyasar saat terjadi kontak tembak ketika mencari perlindungan setelah mengikuti acara bakar batu.

"Satu orang laki-laki bernama Yosman Wasiangge dilaporkan mendapat luka tembak di punggung, dan satu orang perempuan bernama Waslina Tabuni menderita luka tembak di bagian leher," kata Dax.

"Kedua korban segera dievakuasi untuk mendapat perawatan di Puskesmas Kenyam, namun nyawa Waslina Tabuni tidak dapat diselamatkan oleh tim medis," lanjutnya.

Polda Papua mengonfirmasi seorang personel Brimob terluka dalam baku tembak dengan KKB di Nduga. Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal membantah pernyataan TPNPB-OPM yang menyatakan ada dua personel TNI-Polri yang tewas dalam baku tembak tersebut.

Anggota Brimob yang terluka telah diterbangkan ke Jakarta usai mendapat perawatan di Timika.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, juru bicara TPNPB Sebby Sambom dalam keterangan kepada CNNIndonesia.com mengklaim pasukan TPNPB berhasil menembak tiga aparat dari TNI dan Polri dalam kontak senjata di Kaneyam, kemarin.

Pasukan TPNPB dalam baku tembak tersebut dipimpin Komandan Operasi Pemne Kogeya.

Saat ini situasi di Distrik Kenyam sudah berangsur kondusif. Personel TNI dan Polri masih disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan dari KKB terulang.

(tst/kid)