Ma'ruf Amin Heran Arab Saudi Setop Visa Umrah untuk WNI

CNN Indonesia | Jumat, 28/02/2020 00:19 WIB
Ma'ruf Amin Heran Arab Saudi Setop Visa Umrah untuk WNI Wapres Ma'ruf Amin yakin bahwa jemaah WNI mestinya tetap bisa umrah karena sejauh ini Indonesia aman dari paparan virus corona. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengaku heran dengan keputusan pemerintah Arab Saudi yang menyetop sementara visa umrah bagi WNI menyusul wabah virus corona Covid-19 yang merebak.

Ma'ruf menyebut bahwa WNI calon jemaah seharusnya tetap bisa mengikuti umrah karena sejauh ini Indonesia aman dari paparan virus corona.

"Karena Indonesia kan tidak terpapar virus. Jadi jemaah kita mestinya aman," kata Ma'ruf di Bangka Belitung dalam keterangan resmi, Kamis (27/2).


Penyebaran virus corona telah menjangkau hampir 30 negara di dunia. Beberapa negara tetangga Indonesia seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Australia telah mengonfirmasi temuan virus corona di negaranya.

Akan tetapi, virus yang semula mewabah di China itu diklaim pemerintah belum terdeteksi di Indonesia.

Ma'ruf kemudian mengatakan bahwa Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi saat ini masih terus mengusahakan agar jemaah asal Indonesia tidak termasuk dalam daftar yang dilarang untuk melaksanakan umrah.

Ma'ruf pun berharap agar pemerintah Arab Saudi kembali membuka visa umroh bagi jemaah asal Indonesia. "Jadi kita tunggu hasilnya," kata Ma'ruf.


Tak hanya itu, Ma'ruf juga buka suara terkait beberapa WNI yang tertahan di Bandara King Abdul Aziz, Arab Saudi, akibat moratorium umrah.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia berusaha melakukan negosiasi kepada pihak Arab Saudi agar jemaah yang sudah tiba tetap melaksanakan umrah.

Sementara bagi jemaah belum berangkat, ia meminta proses keberangkatan mereka jangan dihentikan.

"Saya kira umrah tidak boleh distop, ini kan sementara. Tetapi, walaupun sementara kita berharap Indonesia tidak masuk yang sementara itu. Kalau alasannya itu virus corona, kita kan tidak terpapar, mestinya tidak terkena embargo lah," kata Ma'ruf.

[Gambas:Video CNN]





(rzr/end)