"Virus ini masih berkembang, kita tidak bisa menjamin tidak ada corona di suatu negara, memang perlu penelitian lebih lanjut," kata Adib saat ditanya status bebas corona Indonesia, usai acara diskusi di Hotel Santika, Sabtu (29/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Virus corona telah menyebar di berbagai negara di dunia. Hingga Sabtu ini total korban meninggal akibat wabah virus corona mencapai 2.924 orang.
Sementara itu, pemerintah Indonesia sampai hari ini mengklaim negatif corona. Balitbangkes turut meneliti 134 spesimen hingga 26 Februari pukul 18.00 WIB, seluruhnya dinyatakan negatif.
Meski demikian sebagian pihak menilai pemerintah belum sepenuhnya transparan dalam antisipasi wabah corona.
Perdana Menteri Australia Scott Morrison misalnya, baru-baru ini mengungkapkan keraguan terkait status bebas corona Indonesia.
"Itu [Indonesia] adalah negara yang sangat besar dan banyak pulau dan akan sangat sulit untuk memberikan jaminan absolut tentang jumlah tersebut," ujar Morrison dalam wawancara dengan stasiun radio Australia, 3AW.
[Gambas:Video CNN]
Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR RI Teuku Riefky Harsya juga mengatakan pemerintah perlu lebih banyak bicara di forum-forum internasional untuk menyampaikan klarifikasi terkait corona.
Menurut Riefky, langkah tersebut wajib dilakukan pemerintah Indonesia. Dengan begitu, kata dia, kekhawatiran negara lain terhadap kemampuan Indonesia menghadapi corona bisa ditekan. (mln/wis)