Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, M. Lutfi mengatakan petugas gabungan telah berupaya memadamkan api sejak Minggu hingga hari ini. Namun, titik api terus bermunculan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini pihaknya belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut. Lutfi mengatakan kepolisian sedang menyelidiki sumber api.
Kebun kelapa sawit berada di konsesi sebuah perusahaan industri kehutanan terlihat dari udara di Provinsi Riau, Rabu (29/4). (ANTARA FOTO/FB Anggoro) |
Ia juga meminta masyarakat untuk segera melapor ke BPBD apabila muncul kebakaran lahan sekecil apa pun agar kebakaran diatasi dengan cepat.
Sebelumnya, pada Juni-Oktober 2015, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat 2,6 juta hektare lahan terbakar di Pulau Sumatera dan Kalimantan.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lahan terbakar dalam kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sepanjang 2019 mencapai lebih dari 857 hektare di enam provinsi berbeda.
Setiap kali karhutla terjadi, industri sawit disudutkan. Sejumlah pihak, terutama aktivis lingkungan, menuding pembukaan lahan perkebunan lewat pembakaran lahan jadi penyebabnya. Sejumlah putusan pengadilan pun memvonis beberapa korporasi sawit bersalah terkait karhutla.
[Gambas:Video CNN] (adb/pmg)
