Dosen UI Pulang dari Negara Terdampak Corona Wajib Isolasi

CNN Indonesia | Selasa, 03/03/2020 10:25 WIB
Universitas Indonesia mengimbau dosen yang pulang dari negara-negara terdampak virus corona, melakukan karantina mandiri selama 14 hari. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Universitas Indonesia mengimbau agar warga akademiknya, termasuk dosen, mengkarantina diri sendiri sepulang dari negara-negara dengan kasus positif virus corona (covid-19).

Hal tersebut diungkapkan oleh Rektor UI Ari Kuncoro melalui protokol Unit Pelaksana Teknis Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (2/3).

"Civitas UI yang akan kembali ke Indonesia dari kota-kota negara terdampak direkomendasikan untuk mengikuti protokol berikut, [salah satunya] melakukan karantina mandiri yaitu berdiam diri di tempat tinggal, batasi kontak dengan anggota keluarga atau rekan satu rumah selama 14 hari," ujarnya.


Selain itu Ari meminta agar mereka dipastikan lolos pemeriksaan kesehatan oleh otoritas bandara dan langsung melaporkan kedatangan mereka kepada UPT K3L.

Sedangkan bagi warga akademik yang berada di Indonesia, disarankan agar tidak melakukan perjalanan ke negara terdampak corona, terlebih jika sedang tidak enak badan.

Dan untuk warga akademik yang sedang di luar negeri, ia meminta agar mereka memperhatikan sejumlah gejala kesehatan yang menyerupai virus corona. Misalnya demam, batuk dan kesulitan bernapas.

Ari pun merekomendasikan sivitas UI tidak menerima tamu dari negara-negara terdampak korona hingga batas waktu yang ditetapkan oleh pemerintah. Namun jika diperlukan, tamu asing yang berkunjung ke UI diwajibkan membawa sertifikat sehat dan asuransi perjalanan dan negara asalnya, sebagai buktimereka lolos pemeriksaan kesehatan di bandara.

Setiap tamu asing juga wajib didampingi oleh panitia pengampu kegiatan dari pihak UI ketika menuju penginapan. Pihak UI yang kontak langsung dengan tamu juga diharuskan memakai masker, dan memberikan masker kepada tamu.

Penjemputan tamu asing di bandara perlu didampingi oleh petugas yang tesertifikasi dan memiliki kemampuan respons keadaan darurat.

Sementara itu rektorat Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) mengeluarkan surat edaran dan imbauan bagi sivitas akademika masing-masing kampus untuk menangguhkan perjalanan ke negara-negara terpapar virus corona.

Unpad-ITB Larang Kunjungan ke Luar Negeri

Rektor Unpad Rina Indiastuti menerbitkan surat edaran tentang kesiapsiagaan menghadapi virus corona (Covid-19) di lingkungan sivitas akademika. Surat tersebut terigester No. 529/UN6.RKT/TU/2020.

Dalam surat elektronik yang diterima CNNIndonesia.com, Rina menyerukan agar dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa di lingkungan kampus Unpad melihat perkembangan virus corona sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia (KKMMD).

Hingga 2 Maret, kata dia, virus corona telah menyebar ke 53 negara termasuk China dengan sebagian besar negara transmisi penyakit dari orang ke orang.

"Menangguhkan semua perjalanan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa ke luar negeri serta tamu dan mahasiswa asing dari luar negeri untuk keperluan yang dapat ditunda terutama ke dan dari negara-negara yang terdampak Covid-19 sampai batas waktu yang belum ditentukan," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]
Selain itu, Rektorat Unpad juga mengingatkan bagi yang baru datang dari luar negeri terutama dari negara yang terdampak virus corona, termasuk tamu dan mahasiswa asing, agar membatasi interaksi dengan orang lain selama 14 hari sejak kedatangan ke Indonesia.

"Jika dalam masa 14 hari mengalami demam, batuk, pilek dan sesak pernapasan serta gejala seperti penyakit flu, maka lakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung dan menyampaikan kondisi atau pelaporan kepada Direktorat Sumber Daya Manusia Unpad," tutur Rina.

Imbauan senada disampaikan Sekretaris ITB Widjaja Martokusumo.

"Untuk keperluan yang dapat ditunda, agar menangguhkan perjalanan ke negara-negara terdampak Covid-19. Untuk perjalanan luar negeri yang sifatnya penting dan tidak dapat ditunda, warga kampus ITB harus meminta persetujuan unit kerja, dengan tembusan kepada Wakil Rektor Bidang Sumber Daya ITB," kata Widjaja dalam keterangan tertulisnya.

Pimpinan ITB juga meminta warga kampus untuk selalu menjaga kesehatan.

"Dan jika merasa sakit atau mengetahui rekan, atau tamu ITB mengalami gangguan kesehatan khususnya yang mengarah pada Covid-19 untuk segera melakukan pemeriksaan diri ke klinik utama BMG ITB, klinik pratama ITB atau rumah sakit terdekat," tutur Widjaja. (fey/hyg/wis)