Risma mengatakan ia telah memerintahkan jajarannya untuk mencari persediaan masker sejak Januari lalu, bahkan sebelum dua warga negara Indonesia dinyatakan positif virus corona.
"Sejak Januari saya sudah nimbun [masker]," kata Risma, saat meninjau Tropical Disease Center, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur, Selasa (3/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Tiga Pasien Suspect Corona di Bali Membaik |
"Jadi nanti kalau harus dikeluarkan, kita keluarkan. Tapi itu kita nimbun sejak awal. Kita ada kejadian di Wuhan itu saya stok barang. Dinas Kesehatan sudah punya," ucapnya.
"Tapi saya nggak ngomong supaya warga enggak panik. Karena kalau saya ngomong, nanti panik warga," katanya.
Selain masker, Pemkot Surabaya juga menyiapkan fasilitas cuci tangan yang dilengkapi dengan cairan hand sanitizer. Nantinya fasilitas tersebut akan ditempatkan di banyak titik di Kota Surabaya.
Pantauan CNNIndonesia.com, sejumlah apotek di Surabaya mulai kehabisan stok maskernya. Salah satunya apotek di bilangan Jambangan, Surabaya.
Pemilik apotek, Tyas Susiawati (59) mengatakan sebelum ada kabar dua WNI terinveksi virus corona, harga masker di pasaran berkisar Rp20 ribu per kotak untuk kualitas biasa.
"Kalau yang bagus di atas dua puluh ribu, tak sampai tiga puluh ribu. Per kotak isinya 50 masker," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Namun begitu berita itu tersebar, harga masker langsung meroket, tembus di angka Rp150 ribu-Rp200 ribu per kotak untuk kualitas biasa.
"Sejak harganya enggak karu-karuan, saya tak ikut-ikutan jual masker lagi sampai sekarang," ujarnya.
Sebelumnya Presiden Jokowi memerintahkan Kapolri Jenderal Idham Aziz untuk menghukum para pelaku penimbunan masker yang semakin langka dengan harga yang melambung tinggi usai dua WNI asal Depok, Jawa Barat dinyatakan positif virus corona.
"Saya sudah memerintahkan Kapolri untuk menindak tegas pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan momentum seperti ini, yang menimbun masker, terutama masker, dan menjual kembali dengan harga sangat tinggi," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3). (frd/osc)