Diketahui, masker mulai langka di sejumlah tempat sejak virus corona mewabah di berbagai negara. Semakin langka usai ditemukan kasus virus corona pertama di Indonesia.
"Benar (ada penggerebekan lokasi penimbunan masker)," kata Yusri saat dikonfirmasi, Selasa (3/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sita 350 kardus masker berbagai merek," ucap Yusri.
"Kita secara preventif aja dulu untuk bisa patroli, mengecek semua, kemudian secara preventif kita mengimbau para pengusaha pengusaha," ujar Yusri.
Yusri mengatakan masker di wilayah Jakarta sudah tergolong mahal akibat kelangkaan yang terjadi. Dia menyebut harga masker telah naik 100 persen di sejumlah tempat.
"Dari harga Rp20 ribu jadi Rp500 ribu, ini sudah satu tindak kejahatan untuk menguntungkan diri sendiri, kita akan tindak," tuturnya.
Kasus virus corona (Covid-19) pertama sudah ditemukan di Indonesia. Presiden Joko Widodo sendiri yang mengumumkan didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada Senin (2/3).
Lihat juga:MUI Haramkan Timbun Masker Demi Raup Untung |
Kasus virus corona perdana lantas membuat masyarakat gencar memburu masker. Hal itu berimplikasi pada kelangkaan serta kenaikan harga masker.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, kenaikan harga masker wajah terjadi sejak bulan lalu. Namun, saat pemerintah mengumumkan virus corona telah menginfeksi dua WNI, lonjakan harga kian tinggi.
Misalnya di platform Shopee, satu kotak isi 50 lembar masker merek Sensi dijual seharga Rp500 ribu hingga Rp700 ribu pada salah satu toko online. Toko online lainnya, menjual masker dengan merek yang sama hingga Rp700 ribu per kotak.
Presiden Jokowi menyatakan ada 50 juta stok masker di Indonesia usai diumumkannya dua WNI positif virus corona. Ia pun meminta warganya tak panik memborong masker. Pasalnya, alat kesehatan ini dianjurkan hanya untuk yang sakit.
Meski begitu, Jokowi juga memerintahkan Kapolri Jenderal Idham Azis menindak tegas oknum yang sengaja menimbun masker demi keuntungan pribadi.