"Jangan sering baperan (terbawa perasaan). Ini bahaya, sebab sering baperan bisa stress. Stres lama-lama bisa jadi depresi," kata Idris saat membuka acara Forum Komunikasi Pemerintah Kota, di Alun-alun Kota Depok, Rabu (4/3).
"Depresi inilah yang paling utama menyebabkan daya tahan tubuh kita menurun drastis," tambahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misalnya mengenai langkah sejumlah orang yang menyerbu pasar swalayan lalu membeli sembako dalam jumlah besar. Menurut Idris, warga Depok tidak perlu melakukan itu dan tetap tenang.
Idris mengimbau masyarakat agar fokus menjaga kesehatan masing-masing. Menurutnya itu lebih baik ketimbang terhanyut dalam kepanikan.
"Jangan sampai kita melakukan itu atau ikut-ikutan. Yang penting intinya, kuncinya, semua para dokter, semua para medis, sepakat, kita jaga dan tingkatkan daya tahan tubuh kita dengan cara tadi, pola hidup dan pola makan kita baik," tambahnya.
Sejauh ini, pemerintah menyatakan bahwa kondisi mereka semakin membaik. Mereka sudah menjalin komunikasi dengan kerabat serta sudah mengecek akun media sosial masing-masing.
Mengenai hal itu, Idris mengatakan kedua warga Depok itu sempat pusing lantaran bermain medsos. Menurutnya, itu wajar karena memang ada begitu banyak informasi beredar di dunia maya.
"Puyeng saya bilang. Saya orang sehat saja sering puyeng dengan medsos. Makanya dihindari saya bilang," katanya.