Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Eneng Malianasari menyatakan bahwa harga Rp300 ribu per boks tergolong mahal sehingga menyulitkan masyarakat. Terlebih saat ini masyarakat kesulitan memperoleh masker.
"Jakarta sedang darurat, ini bukan saatnya meraup keuntungan. Justru di situasi seperti ini, jangan kita menari di atas keresahan orang. Lebih baik tidak berjualan jika mematok harga tinggi," kata Eneng di Jakarta, Kamis (5/3).
Eneng menjelaskan bahwa pemerintah bertugas untuk menjamin kebutuhan masyarakat terpenuhi. Karenanya PD Pasar Jaya semestinya hadir untuk memenuhi kebutuhan secara adil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun mengkritik sikap PD Pasar Jaya yang membeli masker bukan dari produsen melainkan dari penadah. Harusnya PD Pasar Jaya menggandeng BUMN lainnya yang menyediakan masker seperti Kimia Farma.
"1.450 boks masker nanti coba akan kita distribusikan di Jak Grosir dan seluruh gerai JakMart, Mini DC, dan gerai-gerai lainnya," kata Manajer Bidang Umum dan Humas PD Pasar Jaya Gatra Vagansa saat dihubungi, Selasa (3/3).
Gatra menjelaskan satu boks akan dijual seharga Rp300 ribu dengan harga per satuan sebesar Rp6.500. Diakui Gatra angka ini naik dari harga normal sebelum virus Corona merebak.
Demi mencegah penimbunan massal, maka setiap orang akan dibatasi pembelian paling banyak hanya satu boks untuk satu orang. Rencananya penjualan akan dilakukan di 2 Jakgrosir, 43 mini DC, 29 Jakmart serta 28 Pop and mom.