Mahfud Minta Dai Tak Ceramah yang Menakut-nakuti Masyarakat

dmi, CNN Indonesia | Kamis, 05/03/2020 22:30 WIB
Mahfud MD meminta para dai juga menyelipkan humor saat berdakwah di tengah masyarakat. Pesan dakwah tersebut diharapkan bisa membuat masyarakat sejuk. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta para dai tak menyampaikan konten dakwah yang memunculkan ketegangan dan membuat takut masyarakat.

Hal ini disampaikan Mahfud saat berbicara di hadapan puluhan dai dalam acara Standarisasi Kompetensi Dai yang digagas oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), di Kantor Pusat MUI, Jakarta, Kamis (5/3).

"Saudara, kalau berceramah juga jangan menimbulkan ketegangan dan nakut-nakuti. TV itu yang nonton banyak lho," kata Mahfud.


Mahfud mengatakan masih banyak ditemukan konten dakwah sejumlah dai yang justru menakut-nakuti masyarakat. Menurutnya, bukan ak mungkin dakwah yang berisi ketakutan itu muncul paham-paham radikalisme.
"Dan orang yang masih rendah pemahaman agamanya menjadi terpengaruh. Itulah yang kemudian menimbulkan ekstremisme, radikalisme, ditakut-takuti tanpa dasar yang kuat," ujarnya.

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu lantas menyarankan para dai menyelipkan konten-konten humor ketika berdakwah. Namun, konten humor itu tetap mematuhi norma-norma keagamaan maupun kesopanan.
[Gambas:Video CNN]
Lebih lanjut, Mahfud mengingatkan agar pesan dakwah yang disampaikan bisa membuat pendengar sejuk dan merasa damai, serta bersemangat menjalankan ajaran agama. Dakwah yang baik, katanya, tak membuat pendengarnya menjadi resah.

Menurutnya, dakwah yang menakut-nakuti hanya akan membuat ketegangan dan kepanikan di tengah masyarakat.

Ia pun mencontohkan bagaimana seharusnya menyampaikan informasi penyebaran virus corona (Covid-19) yang masuk ke Indonesia.

"Ini pemerintah menyerukan jangan menimbulkan ketegangan karena corona. Coba dibuat tenang masyarakat, sehingga tidak terjadi rush," kata Mahfud.
MUI melakukan standarisasi kompetensi kepada sejumlah dai yang sering tampil di televisi. Standarisasi ini merupakan yang ketiga kalinya dilakukan MUI.

Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Cholil Nafis meminta para dai menjauhi isu-isu kontroversial yang menimbulkan perdebatan.

Cholil mengatakan standarisasi ini dibuat agar setiap dai memiliki paradigma yang sama. Menurutnya, standarisasi ini bukan bermaksud untuk membatasi dai berdakwah di televisi. (fra)