Mahfud Sentil Pemda yang Cari Panggung soal Virus Corona

CNN Indonesia | Rabu, 04/03/2020 00:12 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD menyinggung pemda yang terkesan mengambil kesempatan tampil di muka publik dan malah mendramatisasi informasi soal virus corona. Menko Polhukam Mahfud MD. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyentil pemerintah daerah yang terkesan mencari panggung terkait virus corona. Namun dia tak mengatakan spesifik pemda mana yang ia sebut mencari kesempatan tampil di muka publik terkait virus covid-19 ini.

Dia hanya meminta pemda tak membuat publik semakin panik dengan menggelar berbagai konferensi pers menyampaikan informasi mengenai penanganan virus corona. Mahfud juga meminta pemda tak mendramatisisasi informasi-informasi soal virus corona kepada masyarakat.

"Jangan terkesan ingin mendramatisir, mencari panggung, jangan terkesan itu. Masyarakat harus ditenangkan, pemerintah siap dan mampu menangani masalah corona itu dengan standar WHO itu," kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (3/3).


Kata dia, segala informasi akan disampaikan oleh Kementerian Kesehatan. Agar tak membuat gaduh, dia meminta pemda lebih baik menyampaikan hal-hal atau informasi yang dapat membuat masyarakat tenang.

Lagi pula, kata Mahfud, berdasarkan informasi dari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, virus corona ini tak terlalu membahayakan. Jika dibandingkan, jumlah kematian akibat flu biasa justru lebih tinggi daripada corona.

"Yang lebih banyak membunuh manusia itu justru flu biasa bukan corona itu. Itu menurut penjelasan Menteri Kesehatan tadi," kata Mahfud.

Dia lebih jauh menekankan pemda untuk senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan tak malah bicara sendiri kepada publik.

"Jangan terlalu mendramatisir persoalan, terutama pemerintah-pemerintah daerah itu. Ada sesuatu yang belum jelas sudah konferensi pers corona," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Mahfud juga mengimbau masyarakat tidak panik setelah dua WNI yang dinyatakan positif virus corona. Dia menjanjikan pemerintah bisa menangani virus ini sepenuhnya.

"Masyarakat jangan panik. Jangan terlalu panik, karena kata presiden coronanya itu sendiri tidak terlalu menakutkan kalau dilihat dari statistik dan perkembangannya, tetapi yang lebih menakutkan itu kepanikan masyarakat," katanya.

[Gambas:Video CNN]
Heran Pemda Umumkan Sendiri Kasus Corona

Sementara itu Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto mengaku heran informasi mengenai virus corona covid-19 tidak berjalan satu arah. Padahal surat edaran berisi informasi penanganan virus tersebut sudah disebarkan ke seluruh pemda.

Hal ini dikatakan Yurianto menanggapi kesan tidak ada koordinasi antara pemerintah pusat dan pemda dalam memberikan informasi penanganan virus corona kepada masyarakat.

"Koordinasi dengan daerah, beberapa kali surat edaran sudah dibuat oleh Menkes [Terawan], dirjen. Manualnya pun bahkan sudah kami buat," ujar dia.

"Kami bertanya pada teman di daerah, apa sudah menerima surat edaran, sudah. Apa sudah memahami, sudah. Tapi kok responsnya begini," kata Yurianto.
Yurianto, yang juga merupakan Juru Bicara pemerintah terkait penanganan virus corona covid-19 ini kemudian mengingatkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2019 mengenai pembagian masing-masing tugas kementerian atau lembaga.

"Siapa harus ngapain, ada. Termasuk Kemendagri, Menko tugasnya apa. Di inpres ada. Memang karakteristiknya seperti itu dengan adanya otonomi daerah masing-masing memiliki kebijakannya," kata Yuriyanto.

"Yang pertama tadi terkait dengan pengumuman, kita menyampaikan kasus ini konfirm positif atau tidak, Kemenkes (yang menyampaikan). Rumah sakit yang meminta itu yang menyampaikan. Kalau daerah mengumumkan sendiri saya tidak tahu dari mana itu dasar dan datanya," tambahnya. (tst/ryn/osc)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK