Negatifnya virus corona itu diungkapkan Gubernur Sumsel Herman Deru, Kamis (5/3).
"Dari laporan yang saya terima, yang turun umrah tersebut negatif [corona]," ujar Herman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, seorang peserta umrah lainnya juga harus menjalani perawatan di ruang isolasi RSMH Palembang karena mengalami batuk dan pilek, usai menjalani ibadah umrah di tanah suci.
[Gambas:Video CNN]
Kepala Bagian Humas RSMH Palembang Ahmad Suhaimi mengatakan peserta umrah itu dirujuk dari RS Hermina Palembang pada Rabu (4/3). Diketahui dia baru pulang umrah dan menunjukkan gejala batuk dan sesak napas.
Karena tak kunjung pulih, yang bersangkutan akhirnya dirujuk ke RSMH dan menjalani perawatan di ruang isolasi.
Sebelumnya diberitakan seorang peserta umrah asal Prabumulih dievakuasi ke ruang isolasi khusus RSMH Palembang setibanya di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Selasa (3/3).
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Palembang Nur Purwoko Widodo mengatakan peserta umrah tersebut mengalami sesak napas dan demam tinggi lebih dari 38 derajat saat diperiksa di pintu kedatangan internasional bandara.
Berdasarkan analisa awal, dia terindikasi suspect MERS, mengingat Arab Saudi belum termasuk sebagai endemik virus corona.
Suspect di Padang negatif corona
Sementara itu, setelah diisolasi delapan hari, pasien suspect Covid-19 dipulangkan dari RSUP M Djamil, Padang pada Kamis (5/3). Perempuan berusia 20 tahun itu dibolehkan pulang setelah dinyatakan bebas Covid-19 berdasarkan hasil uji laboratorium Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan.
Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi RSUP M Djamil, Gustavianof mengatakan hasil pemeriksaan swab hidung dan tenggorokan pasien tersebut hanya demam biasa. Tim dokter RSUP M Djamil ketika menangani yang bersangkutan di ruangan isolasi juga menyatakan hal yang sama.
Mulanya, pasien tersebut diduga terinfeksi Covid-19 setelah pulang dari Thailand lebih dari sepekan yang lalu. Sepulang dari sana, ia batuk, sesak nafas, dan nyeri dada. Ia lalu memeriksakan diri ke salah satu rumah sakit umum daerah di salah satu satu daerah di provinsi itu. Pihak rumah sakit kemudian merujuk yang bersangkutan ke RSUP M Djamil untuk kemudian diambil tindakan isolasi.
"Ketika dipulangkan Kamis sore kondisinya sudah normal. Sesak napas yang dikeluhkannya sebelumnya sudah berkurang," ucap Gustavianof. Gustavianof menyatakan bahwa pihaknya tidak akan memantau pasien tersebut lagi karena sudah dinyatakan negatif Covid-19. (idz/adb/osc)