Kantor Komunikasi Publik Unpad menyatakan pernyataan rektor tersebut bukan sikap resmi kampus terkait Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja. Potongan pernyataan rektor itu pun berpotensi menggiring opini yang tak akurat.
"Unpad melihat potongan pernyataan yang disebarkan melalui media sosial dan berbagai grup WhatsApp tersebut berpotensi menggiring opini yang tidak akurat berkaitan dengan sikap Unpad terhadap RUU tersebut," demikian bunyi pernyataan CNNIndonesia.com, Senin (9/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Unpad akan mendukung seluruh kebijakan yang sifatnya menyejahterakan masyarakat. Oleh karena itu, Unpad menganggap perlu agar RUU Omnibus Law ini dibahas mendalam secara akademik," sambung pernyataan tertulis Unpad.
Jokowi telah menyerahkan draf RUU Cipta Kerja ke DPR pada 12 Februari. Namun, hingga masa sidang selesai akhir Februari lalu, RUU itu belum kunjung dibahas DPR. Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mengatakan pembahasan tertunda karena lima pimpinan DPR belum sepakat.
Hari ini berbagai kelompok buruh dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) akan menggelar aksi menolak RUU Cipta Kerja di Jalan Gejayan, Yogyakarta. Aksi Rapat Rakyat Mosi Parlemen Jalanan digelar mulai pukul 14.00 WIB.
Mereka yang akan turun ke jalan antara lain Aliansi Mahasiswa UGM, Aliansi Mahasiswa UAD, Aliansi UMY Bergerak, Aliansi Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Aliansi Mahasiswa UAJY, Aliansi Mahasiswa UNY, dan Aliansi Mahasiswa UNISA Yogyakarta. (hyg/fra)