Ma'ruf menyebut para kiai pasti kerepotan karena tangan mereka kerap dicium saat bersalaman dengan para murid atau masyarakat umum lainnya ketika bertemu.
"Ini yang repot kiai, kalau salaman kan cium tangan," kata Ma'ruf saat berpidato di depan peserta Rakernas Ikatan Dai Indonesia, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (9/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Rais Aam PBNU itu pun meminta agar masyarakat Indonesia menggalakkan langkah hidup sehat, seperti mencuci tangan usai memengang benda hingga membawa sajadah sendiri ketika beribadah di masjid.
Lebih lanjut, Ma'ruf mengatakan bahwa pemerintah sudah menyiapkan pelbagai langkah antisipasi dan penanganan terhadap penyebaran virus corona di Indonesia.
Pemerintah, kata Ma'ruf sudah mempersiapkan berbagai kebutuhan dasar, seperti obat-obatan dan kebutuhan pokok bagi masyarakat agar tak panik menghadapi wabah corona.
"Ini bagian dari apa yang disampaikan oleh rasulullah, 'orang yang sakit jangan didekatkan, didatangkan ke orang yang sehat. Orang yang sehat jangan didekatkan orang yang sakit'. Ini makanya ada isolasi. Makanya masyarakat harus diberi tahu, harus hindari ada kontak-kontak," ujarnya.
Ia menilai kepanikan dapat berubah menjadi musuh yang dapat menggoncang situasi negeri hingga menyebarnya kabar bohong alias hoaks di media sosial.
"Makanya supaya mendengarkan siaran-siaran resmi dari pemerintah. Pemerintah sedang berusaha betul, mencegah masuknya, menangani, kalau terjadi kalau kemudian menangani dampak yang mungkin terjadi," ujarnya.
Sampai saat ini, terdapat enam orang di Indonesia yang positif terinfeksi virus corona. Sebanyak lima pasien diisolasi di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Jakarta Utara, sementara satu pasien di RSUP Persahabatan, Jakarta Timur.
Suspect corona adalah orang yang mengalami gejala demam, batuk, gangguan napas serta pernah mengunjungi negara terjangkit corona atau pernah kontak langsung dengan pasien positif corona. (rzr/fra)