"Empat warga Kota Bogor itu masih usia anak-anak dan sempat dibawa ke rumah sakit, tapi saat dibawa ke rumah sakit sudah dalam kondisi DSS (dengue shock syndrome)," kata Pelaksanatugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, Selasa (10/3) seperti dilansir Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari data Dinkes Kota Bogor, lanjut dia, selama Januari hingga Maret terjadi tren peningkatan kasus DBD. Dia mengatakan pada Januari ada 43 kasus, Februari 66 kasus, dan Maret sejauh ini sudah 11 kasus.
"Mudah-mudahan masyarakat lebih lebih peduli lagi menjaga kebersihan diri dan lingkungannya agar terhindar dari penyakit," kata Ridwan Kamil usai Peresmian Jabar Command Center dan Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung, hari ini.
"Pada Januari 2019 terdapat 26 orang dan Februari 2019 sebanyak 23 orang. Kalau 2020, ada 15 orang meninggal periode Januari-awal Maret 2020," kata Berli.
Walaupun demikian Berli mengatakan sesuai definisi operasional, kasus DBD tahun ini sudah masuk kategori kejadian luar biasa (KLB), karena sudah ada yang meninggal dunia.
100 Kematian Akibat DBD
Sementara itu, kemarin Kementerian Kesehatan mendata sudah ada 100 korban jiwa akibat DBD di Indonesia pada tahun ini hingga awal Maret 2020. Total jumlah kasus DBD yang tercatat pada periode Januari-Maret per Senin (9/3) adalah 16.099 pasien.
"Kasus 16.099 dengan kematian 100 untuk nasional. Upaya yang dilakukan mendorong peningkatan kegiatan preventif," kata Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi.
Selain itu, lanjut Nadia, pemerintah sudah melakukan antisipasi jika terjadi peningkatan kasus DBD di beberapa daerah.
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto melakukan kunjungan ke Nusa Tenggara Timur (NTT), kemarin. NTT salah satu daerah dengan jumlah kasus DBD yang banyak.
Kabupaten Sikka di NTT sudah mendeklarasikan DBD sebagai kejadian luar biasa sejak Januari 2020 dan diperpanjang hingga saat ini.
[Gambas:Video CNN]
Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka mendata hingga Selasa (10/3) malam jumlah korban yang meninggal akibat DBD mencapai 14 orang.
"Sampai siang ini jumlah korban DBD yang meninggal di Kabupaten Sikka bertambah menjadi 14 orang dari sebelumnya hanya 13 orang, " kata Pelaksanatugas Kadis Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus di Maumere, Selasa.
Ia mengatakan korban ke-14 itu merupakan seorang anak SD berusia 7.
Sementara sampai dengan saat ini jumlah kasus DBD di kabupaten Sikka juga sudah bertambah menjadi 1.195 kasus dari sebelumnya, Minggu (8/3), sebanyak 1.190 kasus. Jumlah pasien yang dirawat mencapai 130 orang.
Lihat juga:5 Cara Mengusir Nyamuk Aedes aegypti |