100 Meninggal karena DBD Sepanjang Januari-Maret

CNN Indonesia
Selasa, 10 Mar 2020 11:47 WIB
Kasus meninggal karena demam berdarah dengue (DBD) terbanyak terjadi di Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Tiga wilayah ini jadi zona merah DBD. Pengasapan atau fogging untuk membunuh nyamuk penyebab DBD. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/Rei/ama/15)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat telah ada 100 korban jiwa akibat demam berdarah dengue (DBD) di berbagai wilayah Indonesia sejak Januari hingga awal Maret 2020. Berbagai upaya pencegahan dan penanganan dilakukan dengan masif.

"Kasus 16.099 dengan kematian 100 untuk nasional. Upaya yang dilakukan mendorong peningkatan kegiatan preventif," kata Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengutip Antara, Selasa (10/3).

Jumlah tersebut meningkat dari laporan per 5 Maret lalu yang mana ada 14.716 kasus dengan 94 korban jiwa. Kematian paling banyak terjadi di Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat dan Jawa Timur sehingga menjadi zona merah.


Wilayah zona kuning ditetapkan untuk Lampung, Jawa tengah, Bengkulu dan Sulawesi Tenggara. Diikuti Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah.

Merujuk catatan Kemenkes, pasien terjangkit DBD dibagi menjadi 5 klasifikasi. Di antaranya, usia di bawah satu tahun 2,13 persen, usia 1-4 tahun 9,23 persen, usia 5-14 tahun 41,72 persen, usia 15-44 tahun 37,25 persen dan pasien di atas 44 tahun sebanyak 9,67 persen.

[Gambas:Video CNN]

Pemerintah, kata Nadia, memastikan logistik untuk tes DBD mencukupi. Begitu pula mengenai persediaan abate, insektisida serta larvasida.

Tindakan preventif terus dilakukan di berbagai daerah. Misalnya dengan memberantas sarang nyamuk di rumah, sekolah, tempat umum mau pun rumah ibadah.

Sebelumnya, Nadia juga pernah mengingatkan kepada masyarakat agar waspada terhadap DBD. Menurutnya, waspada DBD tetap perlu di tengah virus corona (Covid-19) yang mulai mewabah di Indonesia.

"Karena curah hujan terkadang masih cukup tinggi dan ini berpotensi DBD. Jangan nanti karena fokus pada virus corona malah lengah dengan ancaman DBD," katanya.

Pada 2019 lalu, Kemenkes mencatat ada 137.761 kasus DBD dengan 917 orang. Sepanjang Januari-Maret 2019, ada 51.400 kasus dengan 463 korban jiwa. Lebih besar ketimbang kasus dan korban jiwa pada Januari-Maret 2020.
(Antara/bmw)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER