"Data lab ini dibutuhkan dokter yang merawat. Kemudian data juga kami berikan ke pemda, dalam hal ini Dinkes untuk kepentingan tracing (melacak). Hanya di situ," ujar Achmad di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (12/3).
Sementara Achmad memberi kebebasan pada Dinkes setempat jika ingin memberitahu pada otoritas pemda seperti sekda, wali kota, atau pun gubernur terkait pasien corona. Namun, ia mengingatkan bahwa informasi soal pasien itu harus disampaikan dengan hati-hati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekda Bali Dewa Made Indra sebelumnya menyatakan baru mengetahui pasien 25 yang meninggal itu positif corona.
Pasien 25 yang merupakan WNA itu diketahui datang ke Bali bersama suaminya pada 29 Februari lalu. Dalam liburannya di Bali, pasien 25 mengalami demam dan mendatangi salah satu rumah sakit swasta di Kuta lalu dirujuk ke RS Sanglah hingg akhirnya meninggal dunia.
Pasien tersebut diketahui memiliki penyakit bawaan seperti diabetes, hipertensi, dan hipertiroid. Corona disebut memperparah keadaan pasien. (psp/age)