"Saya berkomunikasi dengan Prof Amin dari Eijkman, beliau mengatakan kita masih belum mampu melakukan rancang bangun vaksin awal," ujar Achmad di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (12/3).
Penyebabnya, kata dia, Indonesia belum memiliki banyak spesimen corona untuk diteliti. Dari data per Rabu (11/3), ada 736 spesimen yang diperiksa. Sebanyak 34 telah dinyatakan positif, sementara masih terdapat sejumlah spesimen yang menunggu hasil pemeriksaan.
"Karena memang spesimen yang kita miliki juga belum banyak untuk dicari modelnya," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi ini kan masih trial. Sehingga sampai saat ini secara resmi belum ada (vaksin untuk corona)," ucap Achmad.
(psp/age)