Pemerintah tak pernah menyebut daerah tinggal ketika mengumumkan pasien positif, kecuali kasus 01 dan kasus 02 yang tinggal di Depok, Jawa Barat.
"Sebetulnya kami pengennya, kami sampaikan tetapi kami juga berhitung mengenai kepanikan dan keresahan di masyarakat," kata Jokowi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (13/3).
Selain mempertimbangkan kondisi masyarakat, kata Jokowi, pihaknya juga memperhatikan keadaan pasien jika sembuh. Menurutnya, masing-masing negara memiliki kebijakan dalam menangani penyebaran virus corona ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Menkes: Ada Corona, DBD Tak Boleh Diabaikan |
"Pemerintah melanggar aturannya sendiri, UU Kesehatan, seharusnya pemerintah terbuka sejak awal, termasuk daerah mana, siapa yang terkena, agar warga yang lain terlindungi. Siapkan langkah preventif," ujar Poyuono kepada CNNIndonesia.com, Kamis (12/3).
[Gambas:Video CNN]
Menurutnya, pemerintahan Jokowi terkesan justru menutup-nutupi fakta terkait penyebaran virus corona di wilayah Indonesia. Mestinya, kata dia, jika pemerintah membuka semua informasi dan fakta yang ada, masyarakat tak akan panik. (bmw/psp/bmw)