Suharti mengatakan pasien yang berprofesi sebagai waitress itu awalnya diisolasi di RSUP Persahabatan dalam ruang isolasi bersama. Namun, karena tidak memiliki gejala corona, pasien tersebut keberatan diisolasi. Pemprov DKI sudah mencoba merayu pasien tersebut untuk tetap diisolasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia minta bukti bahwa dia positif baru mau diisolasi. Sementara menurut dia isolasi di RSUP lebih berbahaya karena satu ruangan beberapa orang," ujar Suharti menirukan keterangan pasien kabur tersebut.
Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan Erlina Burhan menyebut satu pasien covid-19 tersebut kabur saat tengah menjalani perawatan.
[Gambas:Youtube]
Namun ia tidak menyebutkan secara detail bagaimana pasien tersebut kabur serta hubungan pemeriksaan pasien dengan kontak kasus positif covid-19 Indonesia yang lain. Erlina hanya menyatakan pasien yang kabur berdomisili di Jakarta.
"Saya tidak tahu. Kan, ada tiga rumah sakit, sekarang ada enam, delapan ya. Nanti saya cek apakah kemudian dijemput dan dirawat di RS terdekat," kata Erlina. (ctr/wis)