Pasien Kabur dari RSUP karena Tak Dapat Bukti Positif Corona

CNN Indonesia
Jumat, 13 Mar 2020 16:53 WIB
Pasien positif corona kabur dari RSUP Persahabatan karena merasa ruang isolasi bersama di rumah sakit tersebut lebih membahayakan dirinya. Ilustrasi penanganan pasien terkait virus corona. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman Suharti menyebut pasien positif virus corona kabur dari RSUP Persahabatan karena merasa tidak aman diisolasi di rumah sakit tersebut.

Suharti mengatakan pasien yang berprofesi sebagai waitress itu awalnya diisolasi di RSUP Persahabatan dalam ruang isolasi bersama. Namun, karena tidak memiliki gejala corona, pasien tersebut keberatan diisolasi. Pemprov DKI sudah mencoba merayu pasien tersebut untuk tetap diisolasi.

"Gajinya RP2,5 juta, sudah mau dibayari Pemda asal diisolasi dia tidak mau," kata Suharti dalam rapat koordinasi pencegahan virus corona, yang rekamannya tersedia di akun YouTube resmi Pemprov DKI.


Suharti melanjutkan, pasien itu hanya bersedia diisolasi jika diberikan bukti bahwa dirinya terinfeksi virus corona. Selain itu, alasan pasien tak mau diisolasi karena merasa isolasi di RSUP lebih berbahaya.

"Dia minta bukti bahwa dia positif baru mau diisolasi. Sementara menurut dia isolasi di RSUP lebih berbahaya karena satu ruangan beberapa orang," ujar Suharti menirukan keterangan pasien kabur tersebut.

RSUP Persahabatan sudah membenarkan seorang pasien positif corona kabur. Kejadian diperkirakan pada pekan lalu.

Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan Erlina Burhan  menyebut satu pasien covid-19 tersebut kabur saat tengah menjalani perawatan.

[Gambas:Youtube]
Namun ia tidak menyebutkan secara detail bagaimana pasien tersebut kabur serta hubungan pemeriksaan pasien dengan kontak kasus positif covid-19 Indonesia yang lain. Erlina hanya menyatakan pasien yang kabur berdomisili di Jakarta.

Dia juga mengklaim pasien tersebut sudah ditemukan. Namun belum bisa memastikan apakah pasien bersangkutan telah diisolasi. 

"Saya tidak tahu. Kan, ada tiga rumah sakit, sekarang ada enam, delapan ya. Nanti saya cek apakah kemudian dijemput dan dirawat di RS terdekat," kata Erlina. (ctr/wis)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER