Waspada Corona, Pemkot Surabaya Hilangkan Car Free Day

CNN Indonesia | Sabtu, 14/03/2020 05:10 WIB
Pemerintah Kota Surabaya menghilangkan kegiatan Car Free Day (CFD) mulai Minggu (15/3) mendatang untuk mengantisipasi virus corona. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Dini Nur Asih)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kota Surabaya meniadakan seluruh kegiatan Car Free Day (CFD) diseluruh titik Kota Pahlawan mulai Minggu (15/3) mendatang. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau covid-19. 

Kebijakan itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Eko Agus Supiadi. Ia menyebut CFD ditiadakan sementara untuk melindungi warga Surabaya dari penularan corona.

"Nah, ini untuk meminimalisir terkait penyakit Covid-19. Makanya untuk sementara waktu CFD ditiadakan sampai nanti tim dokter menyatakan aman baru dilaksanakan lagi di semua titik," kata Agus, di Surabaya, Jumat (13/3).


Peniadaan sementara CFD ini dilakukan di seluruh titik Kota Surabaya. Di antaranya, Jalan Raya Darmo (Taman Bungkul), Jalan Tunjungan, Jalan Jemur Andayani, Jalan Kembang Jepun dan Jalan Raya Kupang Indah.

Menurutnya, peniadaan CFD sementara ini bukan untuk yang pertama kalinya. Sebab, beberapa waktu lalu, ketika peristiwa bom dan menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres), Pemkot Surabaya juga sempat meniadakan sementara kegiatan CFD di semua titik.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan peniadaan CFD ini bukan lantaran ditemukannya kasus corona di Surabaya. Ia lun meminta masyarakat tak panik. 
 
"Virus corona tidak ditemukan di Surabaya, namun  juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu panik, tapi tetap waspada. Salah satunya yakni dengan menghindari atau meminimalisir daerah kerumunan massa. Karena itu untuk sementara CFD ditiadakan," kata Febria. 

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya, Ikhsan mengatakan, keputusan peniadaan CFD ini diambil setelah melalui rapat koordinasi sejumlah pihak. 

Rapat tersebut dihadiri dari berbagai unsur, yakni Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-Emerging RSUD Dr. Soetomo, dinas-dinas terkait, Polrestabes Surabaya, Polres Tanjung Perak, TNI, dan para camat.
 

"Ini merupakan bagian dari kita dalam upaya menjaga kesehatan dan keamanan masyarakat," kata Ikhsan. 
 
Di samping itu, Ikhsan menyatakan, peniadaan CFD ini juga merupakan rekomendasi tim dokter. Selain CFD nantinya akan ada pula sejumlah kegiatan melibatkan banyak massa lain yang bakal ditunda pelaksanaannya. 

 "Kita juga lakukan evaluasi terus, mana yang kegiatan ditunda dan mana yang tetap dilaksanakan," katanya. 

Peniadaan CFD ini akan terus diterapkan hingga tim dokter menyatakan bahwa situasi aman, dan isu penyebaran corona telah mereda. (frd) (frd/age)