Cegah Corona, Gereja Katedral Jakarta Disemprot Disinfektan

CNN Indonesia | Sabtu, 14/03/2020 09:44 WIB
Penyemprotan disinfektan ke seluruh area Gereja Katedral Jakarta dijadwalkan berlangsung hingga pukul 15.00 WIB pada Sabtu (14/3). Ilustrasi. Gereja Katedral Jakarta. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Demi kenyamanan dan keselamatan jemaat selama beribadah di tengah wabah virus corona Covid-19, Gereja Katedral Jakarta melakukan penyemprotan disinfektan pada Sabtu (14/3) pagi.

Penyemprotan disinfektan ke seluruh area Gereja Katedral Jakarta dilakukan oleh petugas Kodim dan dijadwalkan berlangsung hingga pukul 15.00 WIB.

Usai pembersihan, Gereja Katedral Jakarta akan dibuka kembali untuk persiapan misa pada pukul 16.00 dan 18.00.


Seperti yang diberitakan sebelumnya, Masjid Istiqlal juga telah melakukan sejumlah upaya mencegah penyebaran virus corona Covid-19, terutama terkait penyelenggaraan Salat Jumat.

Selain mengecek suhu tubuh jamaah dengan thermal scanner dan menggulung karpet masjid, pengurus Masjid Istiqlal juga mensterilkan mikrofon yang digunakan oleh penceramah dan uang dalam kotak amal.

Pengurus masjid juga menyemprotkan disinfektan atau cairan antiseptik di area masjid sekaligus menyediakan sabun atau cairan antiseptik di area wudu.

Jamaah Masjid Istiqlal juga diimbau agar tak salaman dan cium pipi kanan-kiri, tradisi yang kerap dilakan usai salat antar sesama muhrimnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau agar warga Jakarta dapat lebih banyak melakukan aktivitas di rumah serta menerapkan Social Distance Measure (jaga jarak dengan orang lain) jika harus berkegiatan di luar.

"Jadi pesan paling utama bagi seluruh masyarakat Jakarta hari ini adalah lakukan Social Distancing Measure. Lakukan itu. Harus ada jarak, mungkin sekitar 1 meter antar orang," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (13/3).

Anies mengungkapkan bahwa dari data yang ditemukan DKI Jakarta, penyebaran virus Covid-19 sangat besar potensinya melalui kontak fisik.

Hal ini, kata Anies, yang membuat penularan virus Corona di satu daerah menjadi sangat cepat, seperti di Jakarta Selatan.

[Gambas:Video CNN]

(ugo/ard)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK