AHY Diklaim Kantongi 90 Persen Dukungan Jadi Ketum Demokrat

CNN Indonesia | Minggu, 15/03/2020 12:30 WIB
AHY Diklaim Kantongi 90 Persen Dukungan Jadi Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diklaim telah mengantongi dukungan 90 persen dari 604 pemilik suara untuk menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2020-2025.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPP Partai Demokrat Irwan jelang acara Pembukaan Kongres V Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (15/3).

"AHY yang mendaftar dengan dukungan di atas 90 persen," kata Irwan kepada CNNIndonesia.com, Jumat (15/3).


Ia berkata bahwa jumlah tersebut telah melampaui batas minimum syarat yang ditetapkan untuk kader yang ingin maju sebagai calon Ketua Umum Partai Demokrat periode 2020-2025.
Menurutnya, AHY telah mendaftarkan diri dan menjadi satu-satunya calon Ketua Umum Partai Demokrat periode 2020-2025 hingga saat ini.

"Sementara baru AHY yang mendaftar, syarat minimum mendaftar 35 persen dukungan pemegang hak suara," ungkap Irwan.

Irwan menuturkan bahwa Demokrat sejatinya membuka kesempatan kepada semua kader untuk maju sebagai calon Ketua Umum Partai Demokrat periode 2020-2025, selama memperoleh dukungan dari pemilik hak suara.

[Gambas:Video CNN]


Anggota Komisi V DPR itu pun mengirimkan sinyal bahwa proses pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat periode 2020-2025 akan dilakukan secara aklamasi. 
Meski begitu, Irwan menyatakan kepastian hal itu tetap menunggu keputudan dalam sidang paripurna.

"(Sebanyak) 75 persen dukungan pemilihan diarahkan aklamasi. Nanti kita lihat hasil prosesnya pada sidang paripurna," tutur Irwan.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan memastikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melepas jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam gelaran Kongres V Partai Demokrat.

Hinca berkata, SBY mempersilakan partai yang ia bangun untuk melakukan regenerasi. Menurutnya, Presiden keenam RI itu tak akan mencalonkan diri kembali menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2020-2025.

"Beliau menyampaikan bahwa jika ia sebagai presiden dua periode beliau soft landing, menyelesaikan tugas-tugasnya, menyentuh garis finis sampai di ujung. Ia juga akan soft landing di dalam kongres," kata Hinca dalam jumpa pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Jumat (13/3).
(mts/ugo)