"Ini sangat membahayakan bagi masyarakat, kita tidak boleh anggap remeh pandemi covid-19 ini. Lebih baik pemerintah pusat dan Pemprov Bali segera melockdown untuk menghadapi wabah ini," kata Putu, Sabtu (14/3), dikutip dari Antara.
Putu menilai demikian merespons pernyataan Badan Intelijen Negara (BIN) yang memprediksi virus corona jenis baru atau COVID-19 bisa menginfeksi hampir 4 ribu orang per hari saat mendekati masa puncak penyebaran pada bulan Mei 2020.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menilai negara-negara tersebut telah mengambil sikap yang cepat dan tanggap untuk lockdown negaranya mengamankan warganya agar tidak tertular Covid-19.
"Apa yang disampaikan BIN tentu saja serius sekali, Pemerintah Bali harus berani untuk kesehatan dan keselamatan masyarakat Bali," ujarnya.
"Pemerintah Bali harus berani untuk kesehatan dan keselamatan masyarakat Bali," paparnya.
[Gambas:Video CNN]
Ia berharap pemerintah juga dapat menyiapkan ketersediaan kebutuhan pokok, ketersediaan obat-obatan, masker, dan ketersediaan informasi.
"Saya sudah mengingatkan di sidang paripurna pada 6 Februari 2020 agar segera dilakukan penanganan dan mitigasi yang menyeluruh dengan melakukan tindakan proaktif dimana mana. Namun pemerintah kita terlambat, virus corona sudah terlanjur menyebar," kata dia.
Dia menyarankan aktivitas selama sebulan ini yang diperbolehkan hanya aktivitas bekerja, belanja kebutuhan sehari-hari atau kepentingan menyangkut kesehatan.
"Penghentian sementara kegiatan olahraga yang dijadwalkan diselenggarakan dan penutupan kawasan wisata. Operasionalisasi transportasi publik masih tetap berjalan hanya jumlahnya dikurangi," ujarnya. (antara/osc)