Solo Siapkan Rp2 Miliar untuk Penanganan Virus Corona

CNN Indonesia | Minggu, 15/03/2020 14:52 WIB
Solo Siapkan Rp2 Miliar untuk Penanganan Virus Corona Pemkot Solo menyiapkan Rp2 miliar untuk penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) virus corona dari anggaran tanggap darurat. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha).
Solo, CNN Indonesia -- Pemerintah Kota Solo menyiapkan Rp2 miliar untuk penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) virus corona di wilayahnya. Anggaran tersebut dialokasikan dari dana tanggap darurat.

"Makanya kami tetapkan KLB ini supaya bisa menggunakan anggaran itu," ujar Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Sabtu (14/3).

Anggaran tersebut akan digunakan untuk membiayai contact tracing dan kebutuhan penanganan virus corona di Kota Bengawan.


Di antaranya menyediakan hand sanitizer di tempat-tempat publik, penyemprotan desinfektan, hingga membiayai karantina mandiri orang yang pernah kontak erat (close contact) dengan pasien positif.

Tanpa dana tanggap darurat, Pemkot Solo tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, Rudy mengakui kebutuhan anggaran penanganan virus corona belum dianggarkan di APBD pokok Kota Solo Tahun 2020.

"Kami juga belum tahu ini nanti butuh berapa untuk penanganan," terang dia.

Namun demikian, Rudy mengaku sudah menyiapkan strategi anggaran jika kebutuhan penanganan corona di Solo membengkak.

"Kami akan minta mendahului anggaran ke DPRD. Tapi ini butuh waktu karena harus dapat persetujuan dewan," katanya.

Sementara itu, sejumlah Bandara Adi Soemarmo telah melakukan penyemprotan desinfektan di tempat-tempat yang banyak diakses pengunjung sejak Jumat (13/3) sebelum pasien isolasi di RSUD dr Moewardi dinyatakan positif corona. Penyemprotan dilakukan setiap hari sebelum bandara beroperasi.

"Kami mengantisipasi masuknya virus corona yang sudah menyebar di berbagai daerah. Kami membersihkan tempat-tempat yang sering disentuh orang. Tempat duduk, railing, termasuk troli untuk membawa barang," terang Airport Operation and Safety Senior Manager Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Guntoro.

Di samping itu, Bandara Adi Soemarmo juga memperluas pemeriksaan kesehatan penumpang domestik maupun internasional. Pemeriksaan dilakukan di terminal keberangkatan dan kedatangan. Satu petugas disiagakan di setiap gate untuk memeriksa suhu tubuh penumpang menggunakan thermal gun.

"Kami bekerja sama dengan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan). Kalau ada penumpang yang suhunya panas langsung mereka yang tangani," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]


(rsd/bir)