Ia menyatakan membuka peta daerah penyebaran, seperti yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta misalnya, menjadi kebijakan pemerintah daerah.
"Ini kebijakan bagus Pemda dan kita mendukung. Terjadi sinkronisasi pusat dan daerah merespons covid sebagai bencana, semua sejalan. Tracing sudah kita lakukan. Pemda kemudian membuat peta, menentukan kawasan-kawasan rawan. Dan kemudian pemda juga membuka info kepada seluruh masyarakat. Pemerintah pusat hanya rekap keseluruhan," ujarnya kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Minggu (15/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuri merinci tahapan penyampaian data pemeriksaan pasien corona bermula dari pemeriksaan yang dilakukan dokter di rumah sakit. Kemudian dokter bakal mengambil sampel pasien dan mengirimkan ke Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) atau laboratorium yang berwenang memeriksa.
Setelah pemeriksaan selesai, Litbangkes bakal mengirim hasil kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Yuri. Kemudian ia akan memberikan informasi hasil kepada dokter dan Dinas Kesehatan setempat.
"Dan ini akan jadi dasar pijakan kepala daerah buat kebijakan pengendalian. Oleh karena itu kita berkali-kali mengatakan teman di daerah tolong berikan asupan ke kepala daerah supaya kebijakan tidak memancing kepanikan," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya Gubernur DKI Anies Baswedan membuka peta penyebaran virus corona di Jakarta. Dalam peta tersebut dijelaskan daerah pasien positif corona berdasarkan kecamatan. Menyusul Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga menyatakan bakal membuka peta penyebaran virus corona di wilayahnya.
Pemerintah pusat beberapa kali merespon kritik terkait data pasien positif corona yang dianggap tidak transparan. Setelah mengumumkan kasus 01 dan 02, pemerintah pusat enggan memberikan daerah penyebaran terkait pasien yang dinyatakan positif corona. Dalam rilis harian di Istana Negara beberapa waktu lalu Yuri hanya menyebutkan data nomer pasien, jenis kelamin, umur dan kondisi pasien.
Berulang kali ia pun menyatakan daerah pasien tak bisa diungkap karena sejumlah pertimbangan. Baru Sabtu kemarin, akhirnya Yuri menyatakan daerah penyebaran corona di Indonesia sudah meluas hingga ke Jakarta, Bandung, Tangerang, Solo, Bali, Manado, Yogyakarta dan Pontianak.