Polda Aceh, misalnya. Meski belum mendapat laporan terkait kasus tersebut, jajaran aparat kepolisian di Serambi Makkah mulai mengendus modus operandi seperti itu.
"Modus kejahatan baru dengan berpura-pura jadi tenaga kesehatan (medis), padahal tujuannya untuk melakukan kejahatan seperti perampokan atau pencurian," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Ery Apriyono saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Senin (16/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ery pun mengimbau agar masyarakat dapat melaporkan apabila menemukan kejadian serupa dan mecurigakan di tengah keramaian Virus Corona tersebut.
"Bila ada tamu yang datang ke rumah yang mencurigakan segera laporkan kepada tetangga atau kepala desa atau perangkat desa lainnya. Dan bila perlu laporkan kepada pihak keamanan terdekat," imbau Ery
Ilustrasi penyemprotan disinfektan. (Associated Press) |
"Memang laporan belum ada, namun berguna sebagai informasi dan langkah-langkah edukasi kepada masyarakat," jelas dia.
Kabid Humas Polda Kepulauan Riau pun mengatakan modus seperti itu dapat terjadi. Ia pun meminta agar masyarakat tidak mudah percaya dan sedari awal sudah meminta surat tugas apabila menemukan kejadian serupa.
"Ini adalah modus oknum yang akan melakukan aksi perampokan dan pencurian di rumah Anda," jelas dia.
Polres Tangerang Selatan juga mengimbau warga untuk waspada terkait aksi perampokan bermodus tenaga kesehatan.
"Hanya bentuk imbauan, antisipasi kepada masyarakat," kata Kapolres Tangsel AKBP Iman Setiawan kepada CNNIndonesia.com, Senin (16/3).
Dalam unggahannya di akun Instagram @humaspolrestangsel, Polres meminta warga berhati-hati terhadap aksi kejahatan dengan modus mengaku sebagai petugas kesehatan yang mendatangi rumah-rumah dengan alasan Virus Corona.
[Gambas:Video CNN]
"Ini adalah modus pelaku kejahatan yang akan melakukan aksi perampokan atau pencurian," demikian keterangan dalam unggahan itu.
Namun, Iman menyebut hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dari masyarakat terkait persitiwa tersebut.
"Sementara peristiwa di Tangsel sendiri tidak ada," ucap Iman.
Hingga saat ini pun, pihak Mabes Polri masih enggan untuk berkomentar banyak terkait modus kejahatan tersebut.
"Belum ada," jawab dia, melalui pesan singkat, Senin (16/3).
(mjo/dis/arh)
Ilustrasi penyemprotan disinfektan. (