Cegah Corona, Ganjar Bakal Tutup Diskotek hingga Panti Pijat

CNN Indonesia
Senin, 16 Mar 2020 13:53 WIB
Pemprov Jateng akan menutup seluruh tempat hiburan, di antaranya tempat karaoke, diskotek, hingga panti pijat guna menekan penyebaran corona. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan menutup sementara seluruh tempat hiburan di wilayah Jawa Tengah guna mengantisipasi penyebaran virus corona.

Hal tersebut disampaikan Ganjar usai menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan jajaran Forkopimda menyikapi kondisi terakhir corona di Jawa Tengah di kantornya, Senin (16/3) siang.
"Tempat-tempat hiburan kita akan buatkan surat perintah ke daerah untuk nutup karena itu terjadi penularan yang sangat masif sekali", kata Ganjar.

Kategori tempat hiburan yang diminta ditutup adalah diskotek, club, panti pijat, dan tempat karaoke.


Rencana penutupan tempat hiburan inipun langsung mendapat respons dari sejumlah pengusaha yang memiliki dan mengelolanya.
Ganjar Tutup Tempat Hiburan, dari Diskotek hingga Panti PijatMengenal penyebaran corona. (CNN Indonesia/Fajrian)

Ketua Paguyuban Tempat Hiburan Kota Semarang Fic Indarto berharap rencana penutupan sementara ini memiliki tujuan baik namun sebaiknya diberikan waktu untuk sosialisasi karena menyangkut tenaga kerja di dalamnya.

"Kita mau tidak mau harus mendukung Pemerintah. Karena kondisinya sudah begini. Namun, akan lebih baik kalau diadakan sosialisasi dulu, waktu beberapa hari. Kita jangan lupa, di tempat usaha kita ada tenaga kerja yang butuh penghasilan untuk keluarga, anak dan istrinya", terang Indarto.

Di Jawa Tengah saat ini terdapat dua pasien positif corona yang masing-masing dirawat di Rumah Sakit Karyadi Semarang dan Rumah Sakit Tidar Magelang. Kedua pasien tersebut memiliki rekam jejak bepergian di Bali dan Malaysia.

[Gambas:Video CNN]

Secara nasional, jumlah pasien positif corona di Indonesia bertambah menjadi 117 orang. Angka tersebut muncul setelah pada Minggu (15/3), pemerintah mendapati 21 kasus baru. Sebelumnya, jumlah pasien positif corona hingga Sabtu (14/3) berjumlah 96.

Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan virus corona, Achmad Yurianto mengatakan spesimen positif didominasi dari Jakarta.

"19 orang di Jakarta dan 2 di Jawa Tengah," kata Yurianto kepada wartawan, Minggu (15/3). (dmr/ain)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER