"Iya benar [ditunda], saya tidak tahu kenapa karena masih kewenangannya Kemenlu," ujar dia, melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (16/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya Yudo mengatakan ada 300 personel dari TNI dan Polri yang disiagakan di pulau tersebut.
"Komposisinya hampir sama dengan yang dulu di Natuna. Jumlahnya sekitar 300 orang, termasuk personil organik dari Natuna," lanjut Yudho.
Sebelumnya, Juru bicara pemerintah untuk penanganan Virus Corona, Ahmad Yurianto, mengatakan 57 Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi Anak Buah Kapal (ABK) Grand Princess di Amerika Serikat yang akan diobservasi di Natuna, Kepulauan Riau, sampai hari ini di tanah air.
"ABK Kapal Grand Princess yang di Amerika akan dipulangkan ke Indonesia. Dan sudah disiapkan di observasi di Natuna. Ini pekerjaan berikutnya, Senin (16/3) mereka baru bisa sampai tanah air," ujarnya kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Minggu (15/3).