Nasronudin mengakui pihaknya bekerja sama dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk pemeriksaan warga terkait corona. Namun, pemeriksaan ini tak gratis untuk semua warga seperti disampaikan Risma sebelumnya.
"Namun tidak serta merta semua orang datang kemudian diperiksa dan free, jadi ada ketentuannya," kata Nasronudin, di Surabaya, Senin (16/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Nasronudin, masyarakat Surabaya yang tak memiliki gejala covid-19 dan riwayat kontak dengan pasien maupun perjalanan ke daerah episentrum tak bisa melakukan tes secara gratis.
"Free itu tidak serta merta, supaya tidak salah menangkapnya, supaya kami pun bisa bekerja dengan baik," kata Nasronudin menegaskan.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
"Warga enggak usah takut, biaya akan ditanggung oleh pemerintah kota, kalau ada gejala seperti itu, tolong segera periksakan, enggak usah ragu dan takut, engko biayane piye (nanti biayanya bagaimana)? Biayane pemerintah kota," kata Risma, saat meninjau Tropical Disease Center, Unair, Surabaya, 3 Maret lalu.
[Gambas:Video CNN]
Pemerintah telah menunjuk Unair untuk ikut melakukan tes spesimen pasien terkait virus corona. Unair sudah memiliki Laboratorium Biosafety Level 3 yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan untuk melakukan tes corona.
Sampai Senin (16/3), pemerintah menyebut pasien positif corona di Indonesia mencapai 134 orang. Dari total itu 8 orang dinyatakan sembuh dan 5 orang meninggal dunia. Bahkan, tiga pasien yang diidentifikasi kasus 01, 02, dan 03 sudah diperbolehkan untuk pulang. (frd/fra)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian