Fadli juga mengkritik kesalahan informasi yang disampaikan Kapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol Merdisyam terkait kedatangan para TKA asal China tersebut.
"Ini jelas sebuah skandal, di tengah wabah virus corona, masih ada pihak-pihak yang membawa masuk TKA dari daerah terdampak dengan cara diam-diam lewat belakang. Informasinya pun simpang siur," kata Fadli dalam akun Twitter resmi @fadlizon pada Selasa (17/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Agar tetap melakukan karantina kesehatan bagi setiap WNA yang masuk ke Indonesia, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19," ucapnya, lewat keterangan tertulis.
[Gambas:Video CNN]
Selain itu, Bambang, yang juga politikus Partai Golkar, mendorong pemerintah untuk membatalkan kartu kewaspadaan rombongan TKA itu.
"Membatalkan persetujuan kartu kewaspadaan kesehatan tersebut, mengingat dalam situasi seperti ini tidak boleh ada perlakuan istimewa terhadap Warga Negara Asing (WNA) manapun," tuturnya.
Sebelumnya, media sosial digegerkan dengan kabar ada TKA China terpapar virus corona (Covid-19) masuk ke Kendari, Sulawesi Tenggara.
Kanwil Kemenkumham Sultra menyebut rombongan TKA itu bermodal surat sehat dari Thailand, visa kunjungan, dan kartu kewaspadaan dari Bandara Soekarno-Hatta.
Pemerintah sendiri tak melarang secara penuh kedatangan WN China ke Indonesia.
Dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 7 Tahun 2020 tentang Pemberian Visa dan Izin Tinggal dalam Upaya Pencegahan Masuknya Virus Corona, yang ditandatangani 28 Februari, hanya menyebut penyetopan visa on arrival bagi orang yang tinggal atau pernah ke China dalam tempo 14 hari terakhir.
Foto: Laudy Gracivia |
(dhf/arh)
Foto: Laudy Gracivia