APD merupakan pakaian dan perlengkapan untuk melindungi tenaga medis yang melakukan perawatan terhadap orang yang berisiko terjangkit virus corona. Baik berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasiem Dalam Pengawasan (PDP).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pagi tadi kami rapat, atas arahan ibu gubernur untuk segera membantu kekurangan yang dibutuhkan yang kami sebutkan di atas tadi. Jadi, tidak betul kalau kita belum mengirim," kata dia.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Arahan ibu gubernur segera menambah lagi yang dibutuhkan rumah sakit Unair. Insyaallah hari ini kita dapat lagi, nanti butuhnya berapa kan kita belum bagi dengan yang lain," ujarnya.
"Ibu juga sudah memerintahkan menambah ruang isolasi. Di RSUD Soetomo dan RSJ Menur. Dan ini sedang dikerjakan dengan bantuan tenaga dari Kodam V Brawijaya," katanya.
"Ini sudah kami koordinasikan untuk pembagian tenaga medis. Dan Direktur Menur juga spesialis soal itu," tambahnya.
![]() |
Hal itu disampaikan oleh Ketua Satgas Corona RS Unair, dr Prastuti Asta Wulaningrum yang membenarkan rumah sakit RSUA kekurangan APD. APD yang ia gunakan sendiri terdiri dari gown (baju pelindung diri), masker N95, pelindung wajah dan sepatu boots.
"Stoknya semakin menipis, stok yang ada mungkin cukup untuk dua hari kedepan," ujarnya, Senin (16/3).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan sejak Kamis (12/3) lalu pemkot telah menyerahkan bantuan APD kepada RSUA. Bantuan itu berdasarkan surat permohonan bantuan yang dikirimkan pihak RS kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
"Jadi, pihak rumah sakit Unair mengirimkan surat permohonan bantuan APD kepada wali kota, dan hari ini kita tindaklanjuti penyerahan yang diminta itu," kata Feny-sapaan Febria Rachmanita, melalui keterangan tertulisnya.
Feny mengatakan pemkot telah menyerahkan bantuan Gown Cover All sebanyak 50 set, Masker N 95 sebanyak 50 buah, Surgical Masker sebanyak 2.500 lembar, dan Kacamata goggle sebanyak 25 buah.
"Bantuan ini sesuai dengan permintaan mereka," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (frd/pmg)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (CNN Indonesia/Andry Novelino)