49 TKA China Masuk Sultra dalam Pemantauan Dinkes 14 Hari

CNN Indonesia
Selasa, 17 Mar 2020 17:58 WIB
Dinkes Sultra menyebut 49 TKA asal China yang masuk Kendari ada dalam pemantauan selama 14 hari. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Kendari, CNN Indonesia -- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra Andi Hasnah mengatakan 49 tenaga kerja asing (TKA) asal China ada dalam pemantauan pihaknya selama 14 hari.

"Mereka dalam posisi pemantauan selama 14 hari. Jika sudah lebih 14 hari, maka otomatis tidak ada (virus corona)," aku dia, tanpa menjelaskan bentuk pemantauannya, kepada wartawan, Selasa (17/3).

Sebelumnya, 49 TKA asal China mendarat di Kendari, Sultra, pada Minggu (15/3), setelah transit di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, dan Thailand. Video rekaman kedatangannya kemudian menjadi viral di media sosial.


Kedatangan para TKA itu menimbulkan pertanyaan di tengah wabah Virus Corona, yang bermula dari Wuhan, China.

Andi melanjutkan bahwa pihaknya sudah mendapatkan high alert atau kartu kuning yang diterbitkan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta.

"Kondisi sehat. Sudah dicek. Waktu pertama datang sudah diperiksa karantina bandara," kata dia.

"Makanya dia (TKA) bisa lepas (terbang ke Sultra). Di sana (Soekarno-Hatta) ada petugas karantina bandara. Jadi tidak ada masalah kesehatan," imbuhnya.

Soal kemungkinan karantina ulang terhadap 49 TKA itu, Andi Hasnah enggan menjawabnya.

[Gambas:Video CNN]
Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sultra menyebut para TKA itu memakai visa kunjungan (bukan visa kerja) dan akan bekerja di pabrik smelter PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) Morosi Kabupaten Konawe.

Kanwil pun menyebut rombongan ini sudah menjalani karantina 14 hari dan mendapat surat sehat dari Thailand.

Karantina Ulang

Komisioner Ombudsman RI Laode Ida minta pemerintah membuat karantina ganda di bandara atau pelabuhan bagi TKA asal China yang datang ke Indonesia.

Karantina pertama dilakukan sebagai pemeriksaan Covid-19 TKA yang baru tiba di bandara atau pelabuhan Indonesia. Karantina kedua dilakukan sebagai pemeriksaan berkala bagi TKA yang sudah berada di tempat bekerja di Indonesia.

"Jika memang para tenaga kerja asing China itu dianggap wajib kehadirannya ke Indonesia, maka pemerintah mesti tegas membuat dobel karantina," kata dia, dalam siaran persnya, dikutip dari Antara.

Terpisah, aktivis Pro-Demokrasi Sulawesi Tenggara Dahris Aljadawi mengatakan ada ironi dalam kebijakan pemerintah; satu sisi meminta warga waspada, di sisi lain membiarkan warga dari wilayah yang berisiko masuk ke Indonesia.

"Pemerintah kita ini aneh juga, di satu sisi minta rakyat untuk waspada corona, sementara mereka mengizinkan warga China masuk Indonesia. Kita tahu, di China ini sumber virus itu," ucapnya.

(pnd/arh)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER