Cegah Corona, TransJakarta Setop Isi Ulang e-Money di Halte

CNN Indonesia | Rabu, 18/03/2020 10:26 WIB
PT TransJakarta tak menerima pembayaran tunai, termasuk isi ulang e-money, di semua haltenya demi mencegah penularan Virus Corona. Halte bus TransJakarta sementara tak melayani top up uang elektronik. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT TransJakarta hanya akan memberlakukan sistem pembayaran non-tunai total di seluruh halte Bus Rapid Transit (BRT) TransJakarta untuk mencegah penularan Virus Corona.

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT TransJakarta Nadia Diposanjoyo menyatakan bahwa isi ulang di seluruh Halte BRT.


"Mulai kamis, 19 Maret 2020 menutup semua bentuk transaksi dengan menggunakan uang tunai dalam aktivitas isi ulang atau top up uang elektronik serta pembelian kartu perdana," kata dia, dalam keterangannya, Rabu (18/3).


Kebijakan ini, kata Nadia, akan diberlakukan sementara waktu. Adapun maksudnya adalah sebagai salah satu upaya menghambat penularan virus di transportasi publik.

Dengan kebijakan ini, Nadia berharap seluruh masyarakat bisa memastikan saldo sebelum menaiki bus TransJakarta.

[Gambas:Video CNN]

"Bagi yang ingin melakukan isi ulang atau top up bisa menggunakan debit yang dilakukan di halte seperti biasanya, namun hanya berlaku untuk bank tertentu saja seperti BCA, Mandiri dan BNI," jelas dia.

Bentuk pengisian ulang lainnya, ujar Nadia, bisa dilakukan di minimarket terdekat atau di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) atau di minimarket terdekat. Terkahir, Nadia meminta semua masyarkat bisa mematuhi kebijakan ini.

"Transjakarta menghimbau masyarakat untuk tetap membatasi perjalanan yang benar-benar diperlukan, selalu jaga kesehatan dan ikuti arahan petugas saat menggunakan layanan Transjakarta," tutup dia.

Sebelumnya, PT TransJakart ajuga mengimbau agar masyarakat menjaga jarak saat menggunakan transportasi publik.

Mengutip data dari corona.jakarta.go.id, per Rabu (18/3), DKI memiliki 862 orang dalam pemantauan (ODP), 374 pasien dalam pengawasan (PDP).

Secara nasional, ada 172 kasus positif Corona, dengan 156 orang di antaranya tengah dirawat, sembilan orang sembuh, dan tujuh orang meninggal.

(CTR/arh)