Tak Semua Murid Punya Gadget, Belajar dari Rumah Terkendala

CNN Indonesia | Rabu, 18/03/2020 09:00 WIB
Siswa diliburkan untuk mencegah penyebaran virus corona. Namun siswa dari keluarga miskin tak memiliki gadget untuk menunjang kegiatan belajar di rumah. Ilustrasi. Siswa diliburkan untuk mencegah penyebaran virus corona. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah menginstruksikan kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah demi mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Namun persoalannya, tak semua murid memiliki gadget atau fasilitas yang memadai, sehingga kegiatan belajar mengajar di rumah pun terkendala.

Salah satunya terjadi di SMPN 2 Cibarusah di Kabupaten Bekasi. Imbar, Kepala SMPN 2 Cibarusah mengatakan siswanya kebanyakan datang dari keluarga dengan tingkat ekonomi rendah. Hanya sedikit dari mereka yang memiliki gadget atau teknologi untuk belajar di rumah.


"Yang punya gadget paling di bawah tujuh orang lah. Satu kelas sekitar 30-an [orang]," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (17/3).


Menurutnya, penggunaan aplikasi untuk kegiatan belajar tidak bisa jadi pilihan. Bahkan penggunaan jejaring komunikasi seperti WhatsApp di kalangan siswa saja masih terbatas.

Imbar akhirnya mengakali dengan cara membuat grup Whatsapp bersama siswa yang memiliki gadget. Kemudian siswa tersebut diminta memberikan informasi kepada siswa lain yang rumahnya tak berjarak jauh.

Tak Semua Murid Punya Gadget, Belajar dari Rumah TerkendalaIlustrasi anak sekolah. (stokpic/Pixabay)
Imbasnya, guru tak bisa memberikan materi pelajaran setiap hari kepada siswa seperti halnya jika sekolah berjalan normal. Para guru memilih opsi memberikan tugas melalui buku pelajaran yang diinfokan pada Senin (16/3), ketika siswa masih masuk sekolah.

Selain berdampak pada kegiatan belajar, minimnya komunikasi antara sekolah dan siswa dikhawatirkan memicu siswa keluyuran dan malah bermain saat jam belajar. Pada akhirnya Imbar menginstruksikan guru dan tenaga pendidik mengawasi siswa yang domisilinya masih dekat.

"Wakasek (wakil kepala sekolah) bidang humas instruksikan ke wali kelas, sama guru-guru mata pelajaran, ke tata usaha juga yang kebetulan sekampung [dengan siswa] ikut mengawasi mengontrol. Jangan sampai diliburkan malah kumpul-kumpul nggak karuan," ucapnya.


Hal serupa juga diamini oleh Sukma Umbara, guru agama SDN Cadasngampar di Desa Baleraja, Indramayu. Ia mengaku pihaknya sudah mengimbau kepada siswa dan orang tua agar selama diliburkan siswa tidak keluar rumah. Namun hal ini sulit untuk dipastikan.

"Kalau di kampung-kampung walaupun wabah merebak, kebanyakan kan [kasusnya] di kota-kota. Jadi kalau di kampung-kampung mah masyarakat ya anak-anak masih suka bermain. Tapi bermain pun enggak terlalu jauh, masih satu kampung lah," tuturnya.

Tak Semua Murid Punya Gadget, Belajar dari Rumah TerkendalaInsert Artikel - Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian)
Ia bercerita kabar merebaknya wabah bukan kali pertama di dengar warga kampungnya. Serupa ketika wabah flu burung ramai diberitakan, warga di sekitarnya pun tak begitu menggubris.

Kegiatan sehari-hari di sana masih berjalan seolah tak ada apa-apa. Padahal wabah flu burung termasuk lebih nyata wujudnya di kampung Sukma, ketimbang wabah corona. Ia mengenang banyak ayam peliharan tetangga yang tiba-tiba mati karena wabah ini.

Pihaknya tak bisa banyak berupaya, kecuali memberikan imbauan sesuai surat edaran yang disampaikan gubernur dan Dinas Pendidikan setempat kepada siswa dan orang tua. Serupa SMPN 2 Cibarusah, guru dan tenaga pendidik di sekolah Sukma mengajar juga mengawasi siswa di sekitar rumah mereka.

"[Tapi] Kita juga selain anak murid, punya keluarga. Anak saya TK di desa sini. Dikhawatirkan itu, ketika belajar di rumah bukan liburan jangan sampai anak [sendiri] keluyuran," keluhnya.


Lebih lanjut terkait teknis kegiatan belajar di rumah juga dilakukan dengan memberikan tugas melalui buku pelajaran. Hal ini lagi-lagi karena keterbatasan teknologi. Tak semua siswa bisa mengakses jaringan komunikasi.

Sukma mengatakan pada beberapa sekolah di Indramayu ada yang sudah mendapat bantuan gadget, berupa telepon genggam maupun laptop untuk belajar. Namun sayangnya di tempatnya mengajar bantuan belum disalurkan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebelumnya mengimbau agar sekolah-sekolah menginstruksikan siswanya belajar di rumah. Hal serupa juga dilakukan di daerah lainnya, seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, Bali hingga Banten.

Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi mengatakan kegiatan belajar di sekolah dilakukan dengan bantuan jejaring WhatsApp. Sedangkan Dinas Pendidikan DKI Jakarta memanfaatkan sejumlah aplikasi untuk kegiatan belajar secara daring.

[Gambas:Video CNN] (fey/pmg)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK