"Kami harus evaluasi penyelenggaraan kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak orang," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait Laporan Tim Gugus Tugas Covid-19 yang disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (19/3).
Jokowi mengaku telah meminta pada tim gugus tugas penanganan covid-19 yang dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo untuk mengajak tokoh agama mencegah potensi penyebaran virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan akan berkomunikasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk meninjau berbagai perayaan hari besar keagamaan yang jatuh dalam beberapa bulan ke depan ini.
"Ini semua akan kami bicarakan. Semua perlu dipelajari," katanya Rabu (18/3).
Sebagai informasi, hari besar keagamaan selama masa tanggap darurat virus corona ini, antara lain Hari Raya Nyepi 25 Maret, Wafat Isa Al Masih 10 April, Hari Raya Waisak 7 Mei, Kenaikan Isa Al Masih 21 Mei, dan Hara Raya Idul Fitri 24-25 Mei 2020.
Sampai kemarin, Rabu (18/3), telah ada 227 kasus positif corona di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 19 orang meninggal dunia dan 11 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19.
Penyebaran virus corona pun semakin meluas, mulai dari Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Riau, serta Lampung.
Jokowi sendiri telah mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Ia meminta masyarakat belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah masing-masing. (psp/fra)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian