"Kami saat ini tengah mengumpulkan berkas dokumen Saepul untuk mengajukan banding di Pengadilan Tinggi," kata kuasa hukum terdakwa, Koswara Purwasasmita saat dihubungi di Rangkasbitung, Kamis (19/3).
Majelis hakim memvonis hukuman mati terhadap Saepul karena memperkosa dan membunuh gadis Baduy berusia 13 tahun yang tengah berada di kebun di Cisimeut seorang diri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, kata dia, terdakwa menerima vonis hukuman mati dengan pasrah dan tidak akan mengajukan banding.
"Kami merasa lega setelah Saepul mau mengajukan banding itu," katanya menjelaskan.
Koswara menyatakan tim kuasa hukum akan bekerja keras agar kliennya lepas dari hukuman mati. Dia mengklaim terdakwa tidak berencana melakukan pembunuhan terhadap gadis Baduy itu.
Kasus pemerkosaan dan pembunuhan gadis Baduy ini melibatkan tiga terdakwa. Dua terdakwa lain yakni F dan S dijatuhkan hukuman lebih ringan dibanding Saepul.
"Saat ini terdakwa S menjalani hukuman di LP Anak di Tangerang," kata Koswara. (antara/wis)