"Pada rapid tes kita temukan kasus positif disertai gejala gejala sakit yang sedang, tetap harus dikonfirmasi dengan menggunakan test PCR. Test PCR memiliki sensitivitas tinggi dibanding rapid," kata Yurianto dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Kamis (19/3).
Yurianto mengatakan rapid test massal dilakukan sebagai langkah untuk meyakinkan masyarakat apakah tertular virus corona atau tidak. Hanya sebatas itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini beberapa langkah yang harus kita lakukan simultan, sebagai upaya pengendalian penyakit," lanjutnya.
[Gambas:Video CNN]
"Saya minta alat diperbanyak dan diperbanyak tempat-tempat untuk melakukan tes dan melibatkan RS baik pemerintah, BUMN, Pemda, RS TNI Polri, dan swasta, dan lembaga riset yang dapatkan rekomendasi Kemenkes," ucap Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3).
Diketahui, Jumlah pasien positif virus corona bertambah menjadi 309 orang. Ada 25 orang di antaranya meninggal dunia dan 15 orang sembuh.
Data tersebut diumumkan pemerintah pusat pada hari ini, Kamis (19/3). Kasus positif dan jumlah kematian terbanyak ada di wilayah DKI Jakarta disusul beberapa daerah lain.