"Tersangka tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan inisial MHP," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Kamis (19/3).
Iskandar menjelaskan bahwa pengusutan kasus dilakukan setelah ada laporan masyarakat yang tercantum dalam LP/B/14/I/2020/JATENG tanggal 20 Januari 2020. Polisi lantas melakukan penyelidikan dan juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk saksi ahli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gelar perkara kami lakukan Kamis 12 Maret 2020," imbuhnya.
[Gambas:Twitter]
Pada Jumat (13/3), MHP ditangkap kepolisian di kamar kosnya di wilayah Solo, Jawa Tengah sekitar pukul 14.00 WIB. Dia lalu dibawa ke Kantor Direktorat Kriminal Khusus Polda Jateng untuk diperiksa hingga ditetapkan sebagai tersangka.
"Bila pihak tersangka ada keberatan, silahkan tempuh jalur hukum," kata Iskandar.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 45a ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi DAN Transaksi Elektronik (ITE).
(mjo/bmw)