Pasien Positif Corona Pertama di Maluku Warga Bekasi

CNN Indonesia | Minggu, 22/03/2020 20:14 WIB
Pasien Positif Corona Pertama di Maluku Warga Bekasi Foto ilustrasi. (ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO)
Ambon, CNN Indonesia -- Provinsi Maluku mencatat pasien pertama positif corona. Namun pasien tersebut bukan warga Maluku, melainkan warga Bekasi, Jawa Barat.

Pasien itu kini diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ambon.

Sekretaris Daerah Maluku Kasrul Selang mengatakan hasil tersebut diketahui setelah hasil tes laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, Minggu (22/3).


"Yang bersangkutan positif tertular virus corona (Covid-19)," kata Sekda Maluku Kasrul Selang, ketika jumpa pers di Gedung Kantor Gubernur Maluku.

Pemerintah Provinsi Maluku mengirim dua spesimen untuk dites. Satu spesimen lainnya dinyatakan negatif.

"Sepekan spesimen warga Bekasi dan satu warga Ambon dikirim dan hasilnya positif warga asal Bekasi dan satu negatif warga Ambon," imbuhnya.

Ia mengatakan korban positif corona (Covid-19) tersebut sementara ini dalam perawatan intensif di RSUD Ambon. Sebelumnya kata Kasrul kondosi korban mulai membaik dalam beberapa hari terakhir namun status yang sebelumnya adalah pasien dalam pengawasan (PDP) turun menjadi orang dalam pemantauan (ODP).

[Gambas:Video CNN]

"Namun setelah uji laboratorium yang bersangkutan positif," kata ketua tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Maluku itu.

Sebelumnya, warga Bekasi, Jawa Barat itu sempat dirawat di RSUD Ambon dengan keluhan demam, batuk dan pilek pada Senin (16/3) pekan lalu.

Ia sempat diperiksa swab atau tenggorongan akibat terinfeksi gejala penyakit seperti virus corona saat ia dibawa ke RSUD pada Minggu (15/3) malam. 

"Ia mengalami gejalan sakit demam dan panas, suhu badannya juga tinggi," ujarnya.

Kasrul menambahkan per Minggu (22/3) hari ini, jumlah kasus orang dalam pemantauan (ODP) di Maluku berjumlah 53 orang. Jumlah tersebut paling banyak di Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebanyak 26 ODP.

Diikuti Kabupaten Buru sebanyak 10 orang, Kota Ambon 6 orang, Kepulauan Aru 6 orang, Seram Bagian Barat 3 orang dan terakhir Kota Tual 2 orang.

Kasrul meminta warga di Ambon Maluku jangan panik dan tetap waspada dengan melakukan pencegahan secara mandiri, mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, membatasi berkumpul di tempat keramaian dan tetap berdiam di rumah.
(sai/sur)