Hal tersebut disampaikan Anies dalam akun twitter-nya @aniesbaswedan. Anies mengatakan puluhan ribu alat ini akan digunakan oleh para petugas medis untuk melindungi diri saat menangani kasus corona.
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terima kasih kami pada Gugus Tugas Nasional. Kita semua bahu-membahu menghadapi Covid-19 ini," ujar Anies.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
"@aniesbaswedan, @dinkesJKT and @BNPB_Indonesia alhamdulillah .... selamat bertugas juang saudara2ku tenaga medis, teriring doa kesehatan dan ketabahan," tulis dia.
[Gambas:Twitter]
Lihat juga:Enam Dokter Meninggal Diduga Terpapar Corona |
Kemudian, warganet yang memiliki akun bernama Midnight @midnight007cat memberikan dukungan kepada semua petugas medis. Ia berharap APD dapat dipakai oleh pihak yang membutuhkan.
"Alhamdulillah ya Rabb, semoga cpt sampai pd mereka para dokter, perawat dan timnya yg benar2 membutuhkan," tulis dia.
[Gambas:Twitter]
APD tenaga medis corona jadi sorotan setelah ada dokter dan tenaga medis yang meninggal karena terinfeksi corona.
Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi mengatakan salah satu faktor lain yang menjadi sebab kematian dokter diduga karena jumlah Alat Pelindung Diri (APD) yang minim. Oleh karena itu, ia khawatir hal serupa bisa terjadi pada dokter atau tenaga medis lain di rumah sakit yang menangani pasien corona.
DKI Jakarta mencatatkan diri sebagai daerah episenter virus corona. Data pemerintah pusat per Minggu (23/3), jumlah pasien positif di DKI Jakarta mencapai 263 kasus dari total 514 kasus nasional.
(ain/ctr/ain)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian