"Adapun pembatasan tersebut dilakukan dengan membuka hanya satu pintu akses untuk masuk dan keluar yaitu pintu gerbang utara lama untuk Kampus Unpad Jatinangor, pintu gerbang utama untuk Kampus Dipatiukur Bandung, dan untuk kampus Unpad lainnya disesuaikan dengan kondisi akses masing-masing," kata Edward, dalam keterangannya, Minggu (2/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Keuangan Unpad Ida Nurlinda mengatakan keputusan tersebut diambil menyikapi semakin meluasnya penyebaran Virus Corona (Covid-19) melalui surat edaran sebelumnya No: 192/UN6.WR2/TU/2020 tentang Kebijakan Pencegahan Eskalasi Covid-19 bagi Tenaga Kependidikan.
Pihaknya juga meminta mahasiswa untuk tidak datang ke kampus dengan alasan apapun, kecuali atas izin tertulis dari ketua program studi.
Kemudian Ida menuturkan, direktur, kepala satuan, kepala kantor dan kepala pusat di Rektorat Unpad dapat menyusun pembagian jadwal kerja bagi tenaga kependidikan, hanya untuk keperluan yang mendesak.
Kebijakan ini berlaku secara bertahap sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut dari pimpinan.
Salah satu pihak yang paling terdampak dari kebijakan itu adalah para penghuni Asrama Mahasiswa Bale Wilasa Jatinangor, Sumedang. Di asrama tersebut, para mahasiswa masih bertahan di dalam kampus.
[Gambas:Video CNN]
"Iya, dalam kondisi sekarang, mahasiswa yang masih di asrama harus tetap tinggal," kata Kepala Kantor Komunikasi Unpad Dandi Supriadi, Minggu (22/3).
Untuk mahasiswa yang bertahan di asrama, Dandi mengatakan Unpad akan menyuplai pemenuhan kebutuhan mereka sehari-hari.
"Tercatat dari 913 orang total penghuni, 599 sudah pulang sebelum hari ini. Yang masih menetap berjumlah 364 orang yang tersebar di 15 asrama di Unpad Jatinangor," ujarnya.
"Unpad akan memberitahukan apakah nanti mereka cukup aman untuk bisa pulang ke rumah masing-masing. Tapi untuk sementara ini, selama masa perkuliahan jarak jauh, mereka memang harus tinggal di asrama," ujar Dandi.
(arh/hyg/arh)