Pemerintah: Chloroquine Obat Keras, Harus Diawasi Dokter

CNN Indonesia
Senin, 23 Mar 2020 16:41 WIB
Jubir pemerintah mengingatkan chloroquine adalah obat keras sehingga jangan dikonsumsi sendiri tanpa resep dan pengawasan dokter. Juru Bicara Pemerintah untuk kasus Covid-19, Achmad Yurianto. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara pemerintah untuk kasus corona (Covid-19) Achmad Yurianto meminta warga agar tak sembarangan membeli dan mengonsumsi chloroquine.

Itu dilontarkan Yuri untuk meluruskan kabar obat itu dapat membantu seseorang mencegah terinfeksi corona.

"Chloroquine sudah lama kita kenal, karena di masa lalu ini program yang dilaksanakan untuk pemberantasan malaria. Sehingga chloroquine ini mampu kita produksi sendiri dan jumlahnya cukup," kata Yuri dalam keterangan pers di kantor BNPB, Jakarta, Senin (23/3).


Namun, sambung Yuri, obat tersebut adalah jenis obat keras. Sehingga pemerintah memperingatkan kepada warga agar tak sembarangan membeli, menyimpan, bahkan mengonsumsi sendiri obat itu tanpa resep dan pengawasan dokter.

"Ini obat keras, penggunaan harus atas resep dokter. Ini penting," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]
Hari ini, Yurianto memutakhirkan data jumlah pasien positif terinfeksi Covid-19 di Indonesia yakni menjadi 579 orang pada Senin (23/3). Korban yang meninggal pun meningkat menjadi 49 orang, dengan jumlah yang sembuh mencapai 30 pasien.

"Jumlah kasus bertambah 65 dari data kemarin. Sehingga total kasus hari ini menjadi 579 orang," ucap Yurianto.

Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan jumlah pasien Covid-19 pada Minggu (22/3), yang mencapai 514 orang, 48 meninggal, dan 29 Sembuh.

Hari ini, jumlah korban meninggal dunia bertambah satu orang dari hari sebelumnya. Korban terbanyak masih berasal dari Jakarta, yakni 29 orang.



(ryn/kid)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER