Terima 100 Ribu Rapid Test, Anies Tak Pakai untuk Tes Massal

CNN Indonesia | Selasa, 24/03/2020 08:32 WIB
Anies Baswedan mengatakan alat rapid test akan digunakan kepada masyarakat yang berpotensi menularkan virus corona. Penggunaan juga tak dilakukan secara random. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Mesha Mediani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerima bantuan 100 ribu alat rapid test dan 50 ribu masker, Senin (23/3) malam, untuk penanganan virus corona (Covid-19). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan untuk alat rapid test tersebut tak akan dipakai secara random dan pengetesan massal di tempat terbuka.

"Alat rapid-testing ini bukan digunakan secara random. Dan bukan pula untuk dilakukan pengetesan massal di kawasan terbuka," kata Anies lewat instagram pribadinya, @aniesbaswedan dikutip Selasa (24/3).
Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu menyatakan Dinas Kesehatan DKI telah memiliki prosedur dan kriteria masyarakat yang diprioritaskan untuk pemeriksaan terkait virus corona.

"Pada fase ini kita perlu mengetes mereka yang beresiko menularkan terlebih dahulu," ujarnya.
Anies: 100 Ribu Rapid Test Tak Digunakan untuk Tes MassalFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Anies menyebut bantuan alat tersebut merupakan bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Menurutnya, bantuan tersebut disalurkan lewat Gugus Tugas Nasional penanganan virus corona.


"Hari Sabtu kemarin mereka mengabarkan dan sesuai rencana Senin tiba di Jakarta. Mereka tertib, semua disalurkan terlebih dahulu lewat Gugus Tugas Nasional baru kemudian diteruskan ke Gugus Tugas Jakarta," katanya.

Dilansir dari laman corona.jakarta.go.id, sampai pukul 07.45 WIB, jumlah kasus positif corona di Ibu Kota secara kumulatif mencapai 356 orang. Dari total tersebut, 31 orang meninggal dunia, 22 orang dinyatakan sembuh, dan 218 orang dalam perawatan.

[Gambas:Video CNN]
Sementara data secara nasional sampai kemarin, Senin (23/3), jumlah pasien positif secara kumulatif sebanyak 579 orang. Dari jumlah tersebut, 49 orang meninggal dunia dan 30 pasien dinyatakan sembuh setelah dua kali dilakukan tes.

Sebelumnya, juru bicara pemerintah khusus penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan 125 ribu alat rapid test mulai dibagikan ke seluruh wilayah di Indonesia. Pemeriksaan menggunakan metode rapid test ini untuk mempercepat pencarian kasus positif virus corona di tengah masyarakat. (ctr/fra)