Dalam akun Instagram pribadinya, Huda mengatakan keputusan itu telah dibahas Komisi X DPR RI bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makariem lewat rapat dalam jaringan (daring) atau online.
"DARING MEETING: barusan selesai Rapat Daring dengan Mendikbud dan Jajaran; salah satu yang kita sepakati; Ujian Nasional (UN) SD, SMP dan SMA Ditiadakan," tulis Huda dalam akun Instagram @syaifulhooda, Selasa (24/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politikus PKB itu mengatakan saat ini pemerintah dan DPR sedang mengkaji opsi lain sebagai pengganti UN. Salah satu opsinya dengan menggelar UN secara daring.
Lihat juga:UTBK SBMPTN 2020 Ditunda Dampak Wabah Corona |
Para siswa akan dinilai dari pencapaian mereka selama sekolah. Untuk SD, maka sekolah akan menilai rapor kumulatif selama enam tahun. Sementara untuk SMP dan SMA akan dinilai dari pencapaian mereka selama tiga tahun.
"Jika USBN via daring tidak bisa dilakukan maka muncul opsi terakhir yakni metode kelulusan akan dilakukan dengan menimbang nilai kumulatif siswa selama belajar di sekolah," ucapnya.
CNNIndonesia.com sudah menhubungi Sekjen Kemendikbud Ainun Naim untuk mengonfirmasi hal tersebut, namun belum direspons.
Virus corona sendiri sejauh ini telah menginfeksi 579 orang per Senin (23/3). Dari jumlah tersebut, 49 orang meninggal dunia dan 30 orang dinyatakan sembuh.