"Situasi ini membawa dampak pada rencana ujian nasional tahun 2020. Oleh sebab itu harus segera diputuskan dan ada tiga opsi yang dapat dipilih, pertama, apakah UN tetap dilaksanakan, kedua, apakah UN ditunda waktunya, atau ketiga, ditiadakan sama sekali," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait pelaksanaan UN 2020 melalui siaran langsung akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (24/3).
Jokowi mengatakan bahwa ada 8,3 juta siswa dari 106 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia yang seharusnya mengikuti UN 2020. Untuk itu, ia meminta pada jajarannya agar kebijakan yang nanti diambil terkait pelaksanaan UN tak merugikan jutaan siswa tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Ketua Komisi C DPR Syaiful Huda mengatakan ujian nasional 2020 tingkat SD hingga SMA akan ditunda. Dia mengatakan itu berdasarkan rapat via online bersama Mendikbud Nadiem Makarim dan beberapa orang lainnya.
Lihat juga:Ujian Nasional 2020 Ditunda karena Corona |
Syaiful mengatakan ada dua opsi yang tengah dikaji guna menggantikan UN 2020. Opsi pertama yaitu ujian via internet atau meluluskan siswa berdasarkan nilai rapor.
"Jika USBN (ujian sekolah berstandar nasional) via daring tidak bisa dilakukan maka muncul opsi terakhir yakni metode kelulusan akan dilakukan dengan menimbang nilai kumulatif siswa selama belajar di sekolah," ucapnya.
Virus corona sendiri sudah menginfeksi 579 orang hingga Senin (23/3). Ada 49 orang meninggal dunia dan 30 orang dinyatakan sembuh.