Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto mengatakan pihaknya sudah memeriksa beberapa orang terkait hilangnya ratusan dus masker itu.
"Kami menilai hilangnya ratusan dus masker tersebut sangat tidak manusiawi karena di tengah kelangkaan [masker] ada oknum yang memanfaatkan hal tersebut untuk memperkaya diri. Kami akan segera ungkap pelakunya," kata dia, dikutip dari Antara pada Selasa (24/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Niki pun menduga hilangnya ratusan dus masker tersebut karena ada oknum yang tergiur dengan melambungnya harga masker sejak merebaknya Covid-19.
Sementara, Direktur RSUD Pagelaran Awie Darwizar mengatakan baru mengetahui kehilangan ratusan dus masker tersebut beberapa hari yang lalu ketika ada kebutuhan untuk tenaga medis.
[Gambas:Video CNN]
"Catatan yang ada stok masker masih mencukupi, namun saat dibutuhkan dan diambil dari gudang farmasi, sudah tidak ada. Sehingga kami akan melaporkan pencurian ini ke pihak berwajib," ucapnya.
Terpisah, Polres Metro Jakarta Timur menangkap seorang pedagang alat kesehatan (alkes) di Pasar Pramuka, Jakarta, atas tuduhan menjual produk ilegal dengan harga tidak wajar.
"Pedagang ini menjual alat kesehatan dengan harga mahal dan barangnya ilegal," kata Kapolres Jaktim Kombes Arie Ardian saat memimpin operasi penangkapan di Pasar Pramuka, Selasa (24/3).
"Satu orang kita amankan karena menjual masker dengan harga mahal, jauh di atas harga pasaran," imbuhnya.
Pedagang tersebut juga diketahui melakukan penimbunan masker di salah satu gudang di pasar tersebut.
Dalam operasi itu polisi turut menyosialisasikan imbauan kepada konsumen untuk menjaga jarak aman, selama bertransaksi ataupun mengantre pembelian barang.
Manager Area Perumda Pasar Jaya Sion Purba mengemukakan peristiwa penangkapan itu menjadi bahan evaluasi bagi jajarannya untuk lebih selektif dalam mengawasi aktivitas niaga di pasar tersebut.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Pengelola, katanya, akan memberi sanksi pedagang yang memberi harga di luar kesepakatan dengan pihaknya.
"Karena tidak sesuai dengan harga yang kita sepakati. Kami sudah ada MoU dengan pedagang soal harga barang," katanya.
(antara/arh)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian