Relawan Covid-19: Indonesia Butuh 1.500 Dokter Tangani Corona

CNN Indonesia | Kamis, 26/03/2020 17:31 WIB
Relawan Covid-19: Indonesia Butuh 1.500 Dokter Tangani Corona Perawat mengenakan pakaian alat pelindung diri (APD) baju hazmat (Hazardous Material) membawa pasien dalam pengawasan COVID-19. (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Koordinator Relawan Gugus Tugas Covid-19, Andre Rahadian menyebut Indonesia membutuhkan 1.500 dokter dalam menghadapi pandemi virus corona di Indonesia.

Keterangan tersebut ia sampaikan saat konferensi pers update Covid19 di BNPB, Kamis (26/3).


"Saat ini Indonesia membutuhkan 1.500 dokter, terutama dokter spesialis paru, spesialis anastesi, dan juga dokter umum pranata lab," ujarnya.


Selain dokter spesialis paru, untuk membantu perawatan medis, ia juga mengumumkan perlunya perawat dan petugas nonmedis lainnya untuk menangani kasus Covid19.

"Sekitar 2.500 perawat, bagian administrasi rumah sakit, sampai supir ambulans, ini untuk menghadapi pandemi," ucap Andre dalam siaran langsung tersebut.

Oleh sebab itu, BNPB membuka pendaftaran relawan untuk mengisi kekosongan petugas medis. Pendaftaran melalui website resmi BNPB yang akan dibuka secara masif pada minggu ini.

Indonesia Butuh 1.500 Dokter untuk Tangani CoronaInsert Status Pasien Risiko Virus Corona. (CNNIndonesia/Basith Subastian)


Sebelumnya, salah satu rumah sakit rujukan untuk virus corona, RSPI Sulianti Saroso sempat meminta tambahan tim medis ke Kementerian Kesehatan akibat peningkatan jumlah pasien terkait virus corona.

Saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Jumat (20/3), Direktur utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril mengatakan pihaknya membutuhkan bantuan tenaga medis, terutama dokter spesialis.

"Kita masih kekurangan tenaga medis, dokter paru, dokter umum, dokter spesialis lain, perawat apalagi," ujarnya.

Kekurangan tenaga medis dan non-medis juga terjadi di rumah sakit daerah, seperti RSUP Leimena Ambon.


[Gambas:Video CNN] (mel/pmg)